Buka Jendela, Biarkan Cahaya Masuk

ā€‹

Picture credit : PickabayDotCom. 

Manusia yang malas belajar, ibarat kamar yang jendelanya tertutup. 

Ruangan jadi gelap, lembab, dan pengap. Kehidupan seperti apa yang bisa dinikmati di kamar seperti ini?

Virus dan bibit penyakit akan mudah berkembang menyerang penghuninya membuat mereka mudah sakit. 

Mereka yang tinggal ditempat seperti ini daya tahan tubuhnya cenderung rendah. Ringkih dan rentan terserang penyakit. Sedikit saja virus menyerang akan membuatnya jatuh tanpa daya. Sakit, sekarang. 

Serupa itu jua lah hati manusia yang tertutup. Sesak napas dan sempit. Tak senang melihat orang lain maju. Memandang buruk setiap peristiwa karena ilmu yang terbatas tak mampu menangkap hikmah di balik setiap kejadian.

Banyak cara Allah mengasihi hambanya; memberinya kesulitan hidup agar hati mereka terbuka, supaya sadar bahwa ada Zat Maha Tinggi yang mengatur hidupnya. Mendorong mereka berjuang merengkuh kebahagiaan. Manisnya bahagia cuma terasa setelah merasakan pahitnya penderitaan.

Rahasia hidup semacam ini cuma bisa dirasakan mereka yang berilmu. Pemilik wawasan luas yang diperoleh dari usaha menyimak firman, dan mengamati ciptaan-Nya. Tak heran jika Allah, menyebut mereka dengan panggilan, Yaaaa … Ulil albaab, kaum berakal dan pemilik akal sehat. Kelompok manusia yang mau berpikir. 

Hikmah dan kebijaksanaan hidup cuma bisa diperoleh oleh mereka yang mau membuka hati

Mengajarkan hikmah pada orang yang hatinya tertutup ibarat menuang susu ke atas cangkir tertutup. Susu akan tumpah. Kopi akan tetap pahit dan hitam. 

Ada kelompok manusia yang suka rela membuka hatinya dengan ijin Allah. Allah memberikan rejeki dan hikmah kepada orang yang dikehendakinya, tentu ada sebab. Karena dia, bersedia membuka diri, mengakui kebodohan dan menghamba kepada-Nya.

Banyak manusia yang menutup diri. Nuraninya dipenuhi ego yang menghalanginya untuk menghamba. Ketika Allah berusaha membuka hatinya dengan berbagai peringatan, hatinya malah makin kotor, keruh dan tertutup. Pekat dan kelam hingga kesempatan itu habis, Allah mengunci mati hatinya. Naudzubillahi min dzalik.

Mustahil berharap kebaikan dari hati yang berkarat dan tertutup. Nikmat Allah manapun, tidak membuat hatinya bersyukur. Mereka menepuk dada, menganggap kebaikan itu hasil usahanya sendiri.

Kesengsaraan dan kesulitan yang ditimpakan Allah sebagai peringatan, cuma menjauhkan mereka dari Allah. Semakin jauh! Akhirnya, melahirkan sikap kufur. Menganggap kejadian tersebut sebagai ketidakhadiran Allah dalam hidupnya. 

Sorga dan kemudahan hidup cuma bisa diperoleh lewat amal. Amal lahir dari niat kuat sebagai bunganya ilmu. Ilmu adalah buah dari pohon besar yang bernama belajar. 

Hamba Allah yang baik adalah, mereka yang. membuka hati guna menangkap ilmu dari berita gaib yang diturunkan Allah dalam kalam-Nya. 

Mereka yang membuka lima indra; melihat keindahan dunia, mengecap lezatnya rejeki Allah, merasakan lembutnya angin menyapu kulit di saat panas – hangatnya matahari saat kuyup-menggigil kedinginan. Mencium mewangian bunga-bunga yang mekar di bumi Allah. Mendengar deru ombak dan desau angin diiringi merdunya suara makhluk ciptaan Allah. 

Yang kita dapatkan dari semua proses itu bukan cuma bertambahnya ilmu, tapi menguatnya rasa syukur, mengokohkan niat untuk ibadah. Ibadah yang juga harus dibarengi dengan ilmu. Karena ibadah yang diterima di sisi Allah adalah ibadah yang benar dan ikhlas. Rasa ikhlas yang tumbuh karena syukur dan terima kasih pada Allah – Sang Maha Pemberi. 

Sahabat, 

Yuk buka jendela kamarmu, biarkan matahari masuk. Ibarat cahaya ilmu yang menerangi tiap sudut gelap dalam hatimu. 

***

Trm, 04.08.16

Iklan

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s