Beruang Madu

image

“Maas, aa-kkku minta saran,” seru wanita itu di sela isak tangisnya. Separuh hijabnya basah oleh butiran bening yang mengalir dari pipinya. Seperti embun pagi di atas daun talas.

“Ada apa, Mbak?” Aku berusaha menekan suaraku selembut mungkin, berharap dia lebih tenang.

“Aku dimadu, Mas! Suamiku menikahi wanita lain. Itu terjadi setelah kehidupan ekonomi kami membaik,” ujung hijab hitam itu perlahan ditariknya, menyeka butiran bening yang terus meleleh, “dulu ….”

“Dulu kenapa, Mbak?” Ini caraku membantu teman. Berusaha mencari tahu akar masalahnya.

“Dulu … siiii-ang mmaa-lem aku mendoakannya,” jawabnya tersendat.

“Boleh tau, apa doa Mbak?”

“Aku selalu minta dia jadi orang banyak uang … lelaki beruang.”

“Makanya hati-hati dalam berdoa, Mbak! Doanya sudah terkabul. Dia jadi laki-laki beruang. Sayangnya, beruang selalu suka madu! Seperti Winny the Pooh.”

Pyuuuuuh … sendal jepitnya mendarat di mukaku. Bonusnya, ada kotoran yang melekat di alas sandalnya.
***
*Jangan selalu berdoa meminta materi kepada Allah. Yang baik menurut kita belum tentu baik di mata Allah. Berdoalah meminta kebaikan dunia akhirat.

10.09.15

Posted from WordPress for Android

Iklan

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s