Week End Chef in Action

Piring kotor“Kebahagiaan sering terselip di antara hal-hal yang tidak kita sukai.” begitu status yang aku baca pada beranda akun media sosial milik Ikhwan Sofa, salah satu Motivator dan NLP Trainer yang jadi teman di fesbuk.

Walaupun paling benci pekerjaan mencuci piring diantara pekerjaan rumah yang lain. Kemarin bisa kurasakan betul kebenaran dari ungkapan tersebut. Saat membantu istri mencuci piring, istri menyabuni sementara aku membantu membilas.

“Tumben, Abi mau bantu cuci piring. Bukannya paling gak suka?”

“Memang sih, tapi gak tau kenapa hari ini pengen bantuin. Gak masalah, kan?”

Tangannya meneteskan beberapa tetes sabun cuci dari botol pada spon pencuci, “Ya gak lah, malah aku senang Abi mulai berubah.”

Ketika dia menyabuni satu demi satu piring kotor dengan tangannya yang lembut, aku merasa seperti jadi pemeran lelaki yang menemani Demi More dalam adegan film ‘Ghost’ saat mereka membuat keramik.

Aku memang sedikit narcis, menjuluki diri sendiri sebagai ‘Week-end Chef’ walau istri sangat tidak menyukainya. Bukan tidak menyukai masakan yang aku buat, tapi sangat tidak suka dengan bekas masak yang ditinggalkan. Aku paling piawai merubah dapur jadi replika kapal Titanic yang karam. Berantakan. Gak karuan.

Tiga talenan. Tiga baskom. Dua pisau dapur, ayakan,saringan, penggorengan dan panci, terserak di atas bak cuci ditambah dan gelas kotor yang juga menumpuk.

“Abi mah, keseringan nonton acara lomba masak di tipi.”

“Kok bisa gitu. Memang apa hubungannya?”

“Air kerannya digedein dikit, Bi?” pintanya saat melihat buih sabun terlalu lama luntur dari piring.

“lha … kayak di tipi itu. Lain bahan ganti talenan ….”

“Itu kan supaya tak terjadi kontaminasi rasa, Mah.” Jelasku sok tahu.

“Halllaaah … repot amat! Akhirnya daging ayam, sawi, wortel, sama bakso digabung juga di penggorenggan. Apa bedanya?”

“Hehe…betul juga.Entahlah, aku yang bodoh atau mereka.”

Lima buah piring dan empat gelas berpindah ke rak piring

“Ya … beginilah akibatnya. Cucian numpuk kayak bekas masak satu asrama aja.” keluhnya lagi.

Ya Allah, seandainya dia tahu dibalik semua perubahan sikapku siang ini.

***

Menurut buku ‘Memahami 101 Isyarat Suami’ karangan Boerhan Ibrahim yang gagal terbit, “Saat seorang suami bersikap lebih romantis dan melakukan hal-hal yang tidak disukainya untuk menyenangkan istri, biasanya tersirat keinginan untuk bercin** (ahhh … apalah sensor).”

Buku itu sengaja aku letakkan diam-diam di atas meja rias, berharap dia membacanya. Usai mencuci aku memberikan pijatan lembut di bahu dan punggungnya. Istri yang sensitif pasti bisa membedakan antara pijatan biasa atau ‘Sensual massage’. Ppppffhhhht …

Berharap dia sudah membaca dan mengerti kandungan buku tersebut. Usai merapikan dapur Aku bertanya, “Maaaah …selse ini kita ngapain lagi?” Dengan suara lembut, berat, dan manja. Semacam ‘Bedroom Voice’. Tak lupa menatap dua bola matanya dengan lembut dan dalam.

“Ke kamar tidur, yuk!” Suaranya semerdu gesekan biola maestro musik favoritku, lengkap dengan dengan mimik malu-malu kucing seperti anak SMA yang jatuh cinta sama guru sastra di kelasnya.

Yes … yes, I did it!

Dia sudah mengerti bahasa isyarat yang kuberikan. Itu yang terbersit dalam batin saat kami bergandengan ke kamar tidur.

Minggu pagi, cuaca mendung, anak-anak di luar kota. What a perfect and romantic moment!

Andai saja pembaca bisa mendengar, mungkin degup jantungku seperti suara air mendidih dalam panci aluminium. Bergerak. Berderak dan memberontak.

Pintu kamar baru separuh terbuka. Aku mulai membayangkan adegan yang akan terjadi di atas sprey merah jambu. Dengan tangan kiri melingkar di pinggangnya kembali aku menggodanya, ”Aku perlu pake parfum dulu gak, Yaaaaang?”

“Buat apa pake parfum segala! Sprey, sarung bantal dan gordennya tolong lepas terus cuci sekalian.”

Ahhh … gagal lagi, ternyata ada tugas tambahan mencuci di weekend ini.


ooOOoo
Trm.22.08.15

Iklan

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s