Istriku Mirip Sekarung Beras Raskin

perhiasan dunia

Tampil Menarik Untuk Pasangan

Bagian 1 Dari Dua Tulisan Tentang Keluarga Muslim Bahagia

Bang Thoyib, tukang sayur langganan keluarga saya sering banget ngeluh masalah Rohimah, wanita yang baru dinikahinya tiga tahun lalu.

“Gua mah paling sebel liat bini di rumah, Buk! Kagak ada cakep – cakepnya. Mulai bangun tidur sampe tidur lagi cuma dasteran doang. Mirip kayak karung beras raskin. Butek dan bau apek!”

Ini keluhan yang sama tentang istrinya yang belum tampil menarik untuk pasangan, yang juga dia sampaikan minggu lalu. Kalau saya hitung, bisa jadi, ini keluhan yang ke tujuh belas kalinya saya dengar.

“Mungkin dia sibuk, Bang!” jawab istri sambil milih-milih sayur yang akan dibeli untuk masakan hari ini. Dua ikat sawi hijau dia masukkan ke kantong kresek hitam yang sudah tidak mulus lagi.

“Kan … Kewajiban istri buat berhias dan nyenengin suami,” jawab Thoyib membela diri, “Seandainya saya pulang kerja terus nemuin istri yang kinclong bin bening, kan pasti seger. Rasanya seluruh pegel dan capek di badan langsung ilang. Betul gak, Pak!” teriaknya. Seolah meminta persetujuan saya, yang sedang menemani istri belanja.

“Kamu betul Yib, tapi penampilan kamu sendiri saat di rumah pegimana,”

“Lhaa … saya mah biasa aja, Pak. Apan saya capek abis jualan seharian. Kadang cuma sarungan atau pake kolor dan kaos kutang.” jawabnya tanpa menoleh. Seperti membela diri. Itulah lelaki, kadang menuntut padahal dia sendiri belum bisa tampil menarik untuk pasangan hidupnya. “Kamu berharap istri kamu tampil cantik dan wangi, tapi kamu sendiri ….” Sebelum saya menyelesaikan ucapan tersebut, Thoyib sudah memotong,

“Pan saya pernah denger dari pak Ustadz, “Istri adalah perhiasan dan harus bisa nyenening mata suaminya.” *** Keluhan Bang Thoyib tadi, bisa jadi mewakili keluhan banyak suami lain di dunia. Mereka berharap istri yang bisa tampil sempurna dan pandai merawat diri.  Jadi perhiasan dan menyenangkan mata suaminya, sebagai mana yang disitir dalam ayat berikut :

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (QS : Al-Furqon : 74)

Tidak diragukan lagi, istri shalehah merupakan salah satu sumber kebahagiaan terbaik buat para lelaki beriman, setelah taqwa kepada Allah SWT. Rasulullah sendiri telah bersabda mengenai nilai luar biasa ini, lengkap dengan beberapa kriteria lain yang harus melekat pada predikat istri Shalelah :

“Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalelah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.” (HR Ibnu Majah).

Sebelumnya, saya juga termasuk tipe suami yang banyak menuntut. Tidak beda dengan Bang Thoyib dan banyak suami lainnya, tapi adilkah jika bersikap demikian? Berharap istri selalu selalu tampil rapi dan wangi, sementara kita sendiri tampil dekil dan ceroboh. Menjuluki penampilan istri seperti sekarung beras raskin sementara kita sendiri seperti seonggok cucian kotor dalam keranjang bambu yang sudah usang. 🙂

Tampil rapi, bersih, dan wangi bukan semata kewajiban istri. Mereka juga punya hak melihat suaminya menyenangkan ketika dipandang. Bukankah Al-Quran sudah menegaskan bahwa masing-masing pihak adalah perhiasan dan pakaian untuk pasangannya masing-masing.

“Mereka (para isteri) adalah pakaian bagimu dan kamu (para suami) adalah pakaian bagi mereka.”( alBaqarah ; 187 )

Jangan sampai ucapan Thoyib yang mengatakan istrinya seperti sekarung beras raskin yang bau apek, jadi bumerang buat para istri untuk mengatakan, suaminya mirip sekeranjang cucian kotor. 🙂

Rasanya akan lebih bijaksana jika para suami tidak sekedar menuntut istrinya tampil bersih, wangi, dan menyenangkan, tapi dia juga bisa tampil dengan pakaian yang pantas. Rambut, jenggot, dan kumis yang tercukur rapi, serta kulit yang terawat.

Ini tidak semata ketika diluar rumah, tetapi justru buat pasangannya selama di rumah. Bukankah pasangan hidup kita adalah orang yang lebih berhak dan halal melihat kita luar dan dalam. Mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut?

Tidak ada yang lebih baik dan mulia, untuk dijadikan teladan dalam maaalah ini, selain Rasulullah SAW.

“Sesungguhnya aku senang berhias untuk istriku sebagaimana aku suka ia berhias untukku karena Allah berfirman, “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang sepatutnya” (Atsar riwayat At-Thobari di tafsirnya II/453, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubro VII/295 no 14505, dan Ibnu Abi Syaibah di mushonnafnya IV/196 no 19263).

Tampil menarik untuk pasangan sudah jadi kebutuhan dan disyaratkan oleh agama, bagaimana dengan anda sendiri? Mungkin punya pengalaman, saran atau keluhan yang bisa dibagi kepada pembaca yang lain. Silahkan tulis di kolom komentar.

Iklan

6 pemikiran pada “Istriku Mirip Sekarung Beras Raskin

  1. Ping balik: Istriku dan Kecantikan Cherry Belle | BePlus Blog

  2. Ping balik: Curhat Pasangan Dalam Islam | BePlus Blog

    • Setuju Bang. ngasih contoh sekaligus merawat. Mosok punya ‘perhiasan’ gak dirawat. Batu akik aja digosok lima kali sehari. Mbojone malah dibiarkan gk terawat. 😉

      Suka

  3. Hehe… kayaknya ini juga menimpa ane om. Tapi itu dulu. Alhamdulillaah kita sama-sama ngerti dan memperbaiki diri.

    Ane malah sampe ikutan pitnes om. Tapi itu dulu 🙂

    Suka

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s