Move On : Menangani dan Menyembuhan Kenangan buruk masa lalu

angan kosong

Akhir-akhir ini, Move on menjadi kata yang paling sering kita jumpai dalam percakapan sehari hari maupun di media sosial. Tulisan berikut, tentang Move on : Menangani dan menyembuhkan kenangan buruk masa lalu. Semoga bisa membantu teman-teman yang sedang dilanda masalah tersebut.

Bukan karena saya suka banget ngopi kalau kali ini, saya mengibaratkan masa lalu itu seperti ampas kopi yang mengendap di dasar cangkir. Setiap kita mengaduknya, ada rasa manis, ada rasa pahit … Membawa ampas kopinya timbul ke permukaan. Membuat kita terjaga. Adakalanya, , ampas itu membuat tercekat saat nyangkut di tenggorokan. Seketika itu pula ingin berhenti mereguknya. Tapi saat gulanya timbul ke permukaan, rasanya jadi lebih manis dan terus ingin meikmatinya. Seolah tak ingin melepaskan cangkir itu dari genggaman.

Kita semua memiliki rekaman masa lalu yang tersimpan dalam rongga pikiran yang tidak terbatas. Ribuan atau mungkin jutaan megabite. Ada kenangan buruk, ada kenangan baik. Banyak kesenangan dan kebahagiaan, banyak pula kesedihan dan kesengsaran. Semua berkumpul jadi satu. Menumpuk makin banyak seiring perkembangan usia. Tak heran jika kita sering melihat orang tua yang dijuluki ‘Orang yang sudah banyak makan asam garam kehidupan’. Padahal kehidupan bukan cuma asem dan asin, tapi ada yang manis ada pula uang pahit.

Untuk bisa menangani dan menyembuhkan kenangan buruk tersebut,  diperlukan pengertian tentang pemicu dan obatnya.

Tumpukan rekaman masa lalu itulah yang jadi pengalaman hidup. Memperluas wawasan, sehingga orang yang memiliki wawasan luas bisa lebih kokoh mengalami goncangan hidup yang datang selanjutnya. Itu karena sudah memiliki rekaman cara menanganinya. Tentunya, tidak semua kenangan ingin kita ingat. Mungkin kita senang mengingat kenangan manis yang pernah mampir dalam hidup, tetapi banyak kenangan buruk yang sebenarnya ingin kita buang. Paling tidak, mengurangi dan menghindari kehadirannya.

Sebelum membahas, bagaimana cara mengurangi kenangan buruk tersebut, ada baikya jika kita simak dulu pemicunya.

Pemicu timbulnya kenangan.

Seperti pada awan tulisan di atas tadi, terkadang kenangan, baik kenangan manis maupun kenangan buruk terkadang muncul begitu saja. Mengambang di permukaan karena beberapa hal. Mungkin karena mendengar lagu yang  pernah jadi lagu favorit bersama, atau teringat dia, karena lewat ditempat yang dulu sering jadi tempat pavorit untuk bertemu. Mungkin juga, karena melihat seseorang yang punya lesung pipit yang sama dengan mantan dulu.

Menangani Kenangan Buruk

1. Ikhlaskan apa yang sudah terjadi

Apapun yang sudah terjadi dalam kehidupan kita, adalah bagian dari takdir yang sudah ditetapkan Allah jauh sebelum kita dilahirkan. Terjerat dalam masa lalu dan berkubang dalam lumpur kesedihan tidak akan bisa merubah apapun. Pena-pena (pencatan) telah kering dan lembaran-lembaran takdir sudah diangkat. Mengingat kembali kepahitan hidup, cuma akan memberikan peluang bagi setan untuk membisikkan rasa tidak ikhlas, sehingga menimbulkan keinginan untuk mempertanyakan takdir dan keadilan Allah.

“Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.” (QS : An-Nisa 120)

2. Belajar Memaafkan

Menyimpan dendam itu seperti minum racun dan berharap orang lain mati. Saat anda meratapi atau mencaci orang yang sudah menyakiti, mungkin orang yang bersangkutan malah sedang tidur pulas. Jika belum bisa memberi maaf untuk orang yang bersangkutan, anggaplah pemberian maaf itu untuk diri sendiri.

Kebahagiaan dan ketenangan hidup akan sulit masuk ketika pintu hati masih tertutup oleh dendam.

3. Ambil hikmah.

Apapun yang sudah terjadi dalam kehidupan seseorang bukanlah suatu kebetulan. Pasti ada hikmah yang bisa dijadikan pelajaran dari peristiwa peristiwa tersebut. Bahkan sehelai daun yang jatuhpun, mengandung hikmah bagi tumbuhnya daun baru pada pohon yang bersangkutan. Daun yang membusuk membuat bumi makin subur.

Selalu ada dua sisi dari setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia.

Ketika seorang yang baik hadir dalam kehidupan kita berati itu karunia dari Allah. Ketika seseorang hadir meninggalkan kepahitan dan sakit hati, berarti Allah sedang memberikan kesempatan untuk belajar dari kesalahan tersebut guna menyusun langkah yang lebih baik, sehingga tidak terjebak pada kesalahan yang sama. Yang lebih penting lagi, Allah memberi kita kesempatan untuk memperoleh pahala dengan bersabar.

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS : Al-Mulk:2)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS Al-Baqarah : 155-157)

4. Berdoa dan mohon perlindungan

Kenangan buruk yang tiba-tiba muncul di pikiran kita, banyak diakibatkan oleh campur tangan setan untuk menjerumuskan manusia. Dalam kondisi seperti ini tentu kita cuma bisa bersandar kepada Allah dengan berdoa kepada dari bisikan dan godaannya, ini dengan dengan diperintahkan Allah SWT melalui firmannya;

“dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.” (QS. An-Nass:4-5)

““Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.” (Qs. Al Baqarah : 45).

Penyembuhan Kenangan buruk

1. Hindari tempat dan benda yang memicu kenangan

Ada keterkaitan antara tempat dan benda dengan munculnya kenangan yang sudah lama terkubur dalam alam bawah sadar. Saat melewati tempat yang dulu sering anda kunjungi dengan orang yang sudah meninggalkan luka di hati, Kenangan yang ingin anda lupakan itu muncul kembali. Bisa juga timbul saat melihat benda, yang mungkin mirip dengan yang sering dia kenakan dulu.

Hal paling bijak yang harus dilakukan adalah, berusaha semaksimal mungkin agar tidak melewati tempat-tempat tersebut. Buang benda apapun, seperti foto atau barang penginggalannya yang menimbulkan potensi untuk memacu kenangan buruk tersebut.

2. Jangan mendengarkan lagu-lagu cengeng

Untuk sementara, buang dulu CD atau koleksi lagu-lagu cengeng dari kehidupan, terutaman lagu-lagu yang dulu jadi lagu ‘kebangsaan’ saat masa-masa manis bersama si dia. Jenis lagu-lagu tersebut paling gampang memicu kenangan masa lalu.

3. Lepaskan kenangan buruk tersebut dengan cara yang sehat.

Curhat bisa jadi sarana menumpahkan emosi negatif yang mengurung jiwa. Harus diingat bahwa anda butuh teman curhat yang benar-benar bisa dipercaya, apalagi menyangkut eposide gelap dalam kehidupan yang tidak layak untuk diketahui umum. Jika anda tidak memiliki teman yang benar-benar bisa dipercaya, bisa saja melepaskan emosi negatif tersebut melalui diary atau blog pribadi. Menulis bisa jadi sarana khatarsis untuk menyembuhkan beberapa penyakit mental.

4. Cari kesibukan untuk mengalihan pikiran anda.

Pikiran yang kosong bisa diibaratkan gelas yang bisa di isi apa saja. Diam tanpa aktifitas akan menyebabkan pikiran kosong. Saat pikiran kosong bisa jadi kenangan buruk itu akan mudah kembali mengisi relung kosong di hati. Jika karena suatu hal, harus menghabiskan waktu sendiri, cobalah mengunjungi teman atau keluarga lebih sering lagi. Bonusnya anda juga akan memperoleh pahala silaturahmi.

Lebih baik lagi jika bisa menyibukkan diri, dengan nge-gym, aerobik atau bermain futsal. Olahraga akan membuat otak memproduksi hormon endhorphins, yang akan memperbaiki mood. Ingatlah hadits Rasulullah tentang bahayanya waktu senggang yang tidak dipergunakan dengan baik.

“Ada dua kenikmatan yang membuat banyak orang terpedaya yakni nikmat sehat dan waktu senggang (Artinya, saat-saat sehat dan waktu senggang / luang orang sering menggunakannya untuk melakukan
perbuatan yang sia-sia dan terlarang).” (HR. Bukhari)

5. Hindari Alkohol dan Obat-obatan

Masih banyak orang yang lari pada alkohol dan obat-obat terlarang saat dihantui kenangan buruk dan depresi. Mereka percaya zat tersebut dapat mengalihkan kesedihannya. Mungkin Alkhohol dan obat bisa merubah mood, tapi itu cuma akan berlaku beberapa saat. Zat tersebut justru akan menyebangkan situasi makin buruk. Setelah ephorianya hilang, yang terjadi justru peningkatan depresi dan kegelisahan. Lebih buruk lagi adalah efek adiksi/kecanduan yang mungkin timbul setelah pemakaian dalam jangka panjang

Baca Juga :

Right Arrow

Baca Juga yang Ini

Cinta dan Benci

Sampai Dimana Perjalanan Anda?

Jangan Titipkan Kunci Kebahagiaanmu

Belajar Sukses Dari Sebatang Pohon

Bagaimana dengan anda? Sudah bisa move on?!

Semoga tulisan tentang menangani dan menyembuhan kenangan buruk masa lalu ini, bisa membantu masalah yang sedang anda hadapi.

Iklan

6 pemikiran pada “Move On : Menangani dan Menyembuhan Kenangan buruk masa lalu

  1. pengalaman lalu mendewasakan kita..namun pengalaman juga bisa menggamit kedukaan dan gangguan emosi berpanjangan…hidup harus diteruskan,suka atau tidak terima seadanya hidup ini. lama2 ia akan sembuh sendiri, cepat atau lamabat.

    terima kasih.

    i like ❤

    Suka

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s