Tua Sebelum Waktunya

image

Minggu pagi kemarin, saya sempat mengikuti ‘Car Free Day’ di kawasan Monas. Saat melepas lelah di taman, pandangan saya tertuju pada seorang nenek. Walau kulitnya keriput dan sedikit agak bungkuk tapi terlihat sangat sehat dan ceria.

Terdorong rasa penasaran sayapun  mendekatinya, siapa tahu bisa berbagi resep rahasia keceriaan dan kasehatannya buat teman-teman.

Berikut transcript percakapan saya. Baca dengan teliti, jika perlu siapkan alat tulis ya! Siapa tahu berguna.

Saya  : “Luar biasa sekali, Oma! masih kelihatan sehat dan ceria.”

Oma  : “Puji Tuhan! Banyak orang yang terkagum-kagum seperti anda.”
Saya  : “Boleh tahu rahasianya?”
Oma  : “Saya merokok dua bungkus satu hari. Dugem seminggu dua kali, minum alkohol, dan  rajin ngerumpi.”
Saya  : “Oma sudah menikah?”

Oma  : “Ciss! Buat apa menikah? Saya memilih untuk melajang dan menjalani sex bebas.”

Saya bengong. Resep panjang umurnya bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat selama ini. Akhirnya saya tergoda untuk bertanya lagi.

Saya  : “Ini pertanyaan terakhir, Oma. Berapa usia Oma sekarang?”.
Oma  : “Usia saya sekarang 36 tahun!”

Oma tersenyum penuh arti, dua pupil matanya melebar. Sambil mengibaskan rambutnya, tangannya terulur menjamah tangan saya. “Nanti malem ikut dugem yuk, Say!?” ajaknya manja.
Kabuuuuuuuuur! Sampe lupa kalo kacamata saya tertinggal.

Posted from WordPress for Android

Iklan

6 pemikiran pada “Tua Sebelum Waktunya

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s