Belajar dari Kisah Begal

image

Menangkap Hikmah dari Begal Motor.

Banyak hikmah yang bisa kita petik dari kejadin sehari-hari, termasuk ramainya begal motor yang belakangan ini marak terjadi. berikut sekedar coretan saya. Mencoba menangkap hikmah dan dari kisah begal motor dalam hubungannya dengan kehidupan kita yang panjang.

**&**

Abdi terbangun dari pingsan yang panjang. Merasakan sakit luar biasa di seluruh tubuhnya. Ada robekan luka menganga di sepanjang lengan. Dagingnya terkoyak menerbitkan warna merah muda berselimut darah yang yang mulai kering dan menghitam.

Saat dia membuka mata, samar-samar dia melihat sosok kakek tua di samping dipan kayu tempat dia dibaringkan. Abdi memaksakan diri untuk bicara, melalui mulutnya yang masih merasakan amis darah karena dua gigi depannya yang rontok.


“Kek, Aaaa-pa yang terjadi?”

“Aku menemukanmu tergeletak di pingir jalan, selepas shalat subuh tadi. Kamu jadi korban begal motor yang sedang merajalela di kampung ini.”

“Teee-rus, gimana dengan motorku, Kek?”

“Tak perlu kau pikirkan hartamu dulu, yang penting kau selamat.”jawab Si Kakek, sambil terus membalurkan larutan minyak bercampur dedaunan herbal di kaki Abdi.

“Ahhh … pasti motorku dibawa kawanan begal motor tadi. Seandainya saja aku menuruti nasihat orang asing tadi ….”

Perlahan ingatannya mulai pulih.

Selepas lembur dari tempat kerjanya di Karawang semalam, dia bermaksud pulang ke rumahnya di Bekasi. Bosan melalui jalan yang biasa dilewati tiap hari, dia mencoba melewati rute lain. Melewati jalan Indahsari, Jalan yang sebetulnya berliku dan gelap. Dia tergoda karena menurut beberapa temannya kawasan itu menawarkan banyak pemandangan indah, tanpa sadar bahwa banyak begal motor di sana.


“Sebetulnya ada orang yang sudah memperingatkan aku, Kek! Supaya tidak lewat jalan ini. Lebih baik lewat jalan biasa saja. Jalan yang lurus dan aman. Sayangnya, aku tidak mengenal orang itu dengan baik.”

“Begitulah kehidupan. Kejadian-kejadian kecil yang terjadi dalam kehidupan kita adalah gambaran dari perjalanan hidup kita seutuhnya. Kita cenderung mengabaikan larangan dan nasihat karena kita tidak mengenal sang pemberi nasihat dengan baik.”

“Saya masih kurang mengerti, Kek.”

“Bayangkan seandainya yang memberi nasihat tentang begal motor itu adalah ibumu sendiri. Mungkin kamu akan lebih memberikan perhatian. Kamu mengenal ibumu dengan baik. Membesarkanmu dengan penuh kasih, dan merasakan ketulusannya ketika merawatmu dari bayi sampai dewasa sekarang. Apalagi jika yang melarang tersebut adalah Allah yang memberimu kehidupan.”

“Aku mengerti, Kek!”

Cerita di atas cuma ilustrasi. Betapa, kita – manusia, cenderung mengabaikan larangan dan perintah Allah karena kita tidak mengenal Dia dengan baik. Padahal Kasih sayang -Nya jauh lebih luas dari kasih sayang ibu kita sendiri, atau siapa pun yang kita kenal baik di dunia ini.


Jalan yang kita tempuh adalah jalan hidup kita menuju negeri keabadian. Ada yang lurus, ada pula jalan yang penuh kesenangan yang menipu. Kendaraan yang kita naiki adalah amal kita. Begal motor adalah, mereka dari kalangan setan dan manusia yang mengganggu sepanjang perjalanan kita. Sedangkan sang pemberi peringatan adalah Allah melalui perintah dan larangan yang dibawa para utusan-Nya.

Untuk lebih mengenal Allah, kita perlu lebih banyak belajar. Melalui kalimat-Nya dalam Al-Qur’an dengan Tadabbur, mengamati dan merasakan keberadaan-Nya lewat bukti-bukti kekuasaan yang terserak dengan Tafakkur. Kelak Tadabbur dan Tafakkur tersebut akan menumbuhkan Ilmu yang berbuah amal shalih dan rasa takut untuk melanggar larangan-Nya. Semoga ilustrasi pendek seputar kisah begal motor ini bisa menggugah kita untuk lebih banyak belajar tentang keluasan kasih sayang Sang Pencipta.

***
Picture credit to : sorotjogya.com

Posted from WordPress for Android

Iklan

16 pemikiran pada “Belajar dari Kisah Begal

  1. Ping balik: Istriku dan Kecantikan Cherry Belle | BePlus Blog

  2. betul banget nih kang gak kehitungan kali ya berapa ‘begal’ yang kita temui selama ‘di perjalanan’ mudah-mudahan dengan semakin mengenal sang khalik, semakin kita bisa menangani begal-begal yang kita temui tersebut…

    salam
    /kayka

    Suka

  3. Anu namina jalmi mah sok bedegong, teu acan kapok upami teu acan dipasihan musibah…mending saatosna nya dipasihan musibah teh, heuug geura insaf..tp seueur oge anu kukulutus…
    Leuheung disintrek di dunya, masih aya kasempatan kangge ngalereskeun, cobi lamun di akherat.. Na’udzubillah Mindzalik ..

    جزاكم الله خيرا kaaang kangge pangemutna…

    Suka

  4. Apa pula itu infografic…apa pula itu pictochart..?? Apa pula itu web based…?? Hihi

    Yo wes teteh balik ke Sotosop saja, Soto sama Sop maksudnyaaa… *iihh garing pisan..!!… bodo aaah…!!* 😄😄

    Suka

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s