Serakah

image

Salah satu sifat manusia yang banyak menjerumuskan pelakunya pada kesengsaraan adalah serakah. Bukan cuma kesengsaraan dunia, tapi juga kesengsaraan akhirat.

Keserakahan biasanya timbul karena merasa selalu kurang dengan apa yang sudah dimiliki dan iri terhadap apa yang dimiliki orang lain, terkadang jadi dendam. Sifat ini kadang menjeruskam manusia karena dia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

Cerita berikut bisa jadi contoh kecil dari sifat dasar manusia.

***

Hujan baru reda, dua anak tetangga bersukaria dekat pohon Seri di luar pagar rumahku. Tergoda buahnya yang merah-ranum, mereka memanjat naik.

Aku cuma memandang lewat jendela kaca, terlalu malas meninggalkan bacaanku yang baru separuh. Biarlah, mereka berhak mendapat sedikit kegembiraan, setelah seharian terkurung di rumah karena hujan, pikirku.

“Raka! … turun yuk, dua saku celanamu kan sudah penuh terisi.”
Ajak Putri, temannya.

“Sebentar lagi Put, saku bajuku masih belum terisi.”
Jawab raka sambil memanjat lebih jauh. Diam belum puas. Dia serakah.

“Tapi, dahannya licin Gaa-aa! Nanti kamu jatuh, ranting kecil itu tak akan kuat menahan tubuhmu.”
Putri berusaha memperingatkan sahabat mainnya. Terlambat …

Kraa-aaaaaaaak!…

Ranting basah itu patah, aku berlari ke luar. Beruntung suamiku yang baru pulang dari mushala berhasil menangkap tubuhnya.

“Umi … pelajaran apa yang kita dapat hari ini?”
tanyanya. Aku menggeleng.


“Walaupun manusia sudah memiliki dua lembah yang berisi emas berlian, dia masih akan mancari lembah yang ke tiga. Keserakahannya cuma akan berakhir saat dia berada di liang kubur.”


“Bukannya itu bunyi hadits Rasulullah Bi?”
tanyaku pada suami.

“Nanti Abi jelaskan di kamar.”
Dia menuntunku ke kamar. Hujan turun lagi makin deras.

Plaaaaak … plaaaak … Pintu kamar pun ditutup.

***
Sumber gambar : Kaskus

Posted from WordPress for Android

Iklan

2 pemikiran pada “Serakah

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s