DUDA TAJIR

image

DUka dan canDA sepuTAr banJIR

Perhatian buat pembaca :

● Tidak dianjurkan untuk dibaca saat sedang sarapan, Kecuali buat anda yang memiliki kelebihan napsu makan dan kelebihan berat badan.

● Don’t. I repeat, DO NOT try this at home

***

Entah mengapa, peristiwa banjir kemarin malah mengingatkan saya pada seorang wanita. Siti Rohana, atau yang biasa saya panggil Ana. Dia adalah cewek cantik berkacamata dan  termasuk salah satu mantan saya.

Kalau dari segi nama memang mirip Luna Dunia Maya. Dari sikap ceplas-ceplosnya mendekati Jessica Iskandar. Cuma dari segi penampilan, kayaknya sebelas-duabelas sama Dian Sastro Wardoyo. Jujur, sikap saya ini memang kurang terpuji, karena Ana adalah wanita yang sudah bersuami dan beranak satu.

Buat yang menduga dia mantan pacar saya, gak perlu lanjutin baca deh! karena anda sudah berburuk sangka :). Ketahuilah, buruk sangka kepada blogger imut seperti saya, termasuk ‘101 Dosa Pembaca’.

Ana,  cuma mantan sejawat saya di kantor dulu.

Karena saya bukan tipe yang mata keranjang, satu hal yang saya suka dari ibu muda ini, tentu saja bukan kecantikannya. Tapi, kemampuan dia untuk melihat sisi baik dari setiap peristiwa.

Termasuk menemukan hal-hal yang bisa membuat senyum dan menebarkan virus kebahagiaan pada orang lain, sekalipun dia sedang dalam musibah.

Kesulitan akibat  banjir yang menerjang rumah saya kemarin, tidak ada artinya apa-apa dibandingkan dengan apa yang biasa dialami Ana. Saya sendiri baru dua kali mengalami kejadian ini, sementara dia mengalaminya tiap tahun. Karena Siti Rohana tinggal di kawasan Pondok Gede,  yang memang jadi langganan banjir tahunan.

Usai banjir besar yang melanda Jakarta tahun 2007 lalu, saya iseng-iseng bertanya kepadanya.

Saya   : “An! kalo banjir besar kayak gitu, terus gimana cara lo BAB? kan rumah termasuk kamar mandi lo pasti kerendem.”

Ana   : “Gua mah, kalo lagi musim banjir rasanya sepertijadi orang yang paling kaya, Han.”

Saya  : “Kemooon An, gua nanya serius, tauk!”

Ana   : “Lhaa … iya lah, gua juga jawab serius. Kalo lo mau tau, dalam sehari gua bisa BAB di tiga Super-market berbeda!”

Saya : “Gila kali lo ya! maksud lho gimana?”

Ana  : “Denger baik-baik ya! pagi gua ber*ak di Giant, siang di Carefour, kalo sore giliran Hypermart.”

Saya : “Jadi maksud lo, seharian jalan-jalan di Mall biar gampang BAB gitu! banyak duit lo.”

Ana  : “Bukan, dudul! Gua BAB-nya, di kantong belanja bekas Supermarket. Sengaja gua kumpulan buat darurat banjir seperti itu.

Saya masih bengong, ketika dia tersenyum manis sambil bertanya, “Makan siang yuk! mau bareng nggak?”

Hueeekkk! …. Hueeek! … Hilang rasanya selera makan buat hari itu.

Tarumajaya 08.03.2015

***
Picture credit to : forum.detik.com

Posted from WordPress for Android

Iklan

3 pemikiran pada “DUDA TAJIR

  1. Ping balik: Istriku dan Kecantikan Cherry Belle | BePlus Blog

  2. Ya ampuuun…
    Bebersihna kumaha tah Kang..?? Aaah meni dibahas kieu… hahaa

    Ngggg pdhl abdi mah selera makan ngga kuaat, badan juga ngga berlebihan taaah.. 😁😁

    Suka

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s