Perkataan Baik

Ucapan yang baik adalah sedekah
(Cerita inspiratif Trio kodok unyu)

“Mengucapkan perkataan yang baik merupakan sedekah”, begitu bunyi sabda mulia Rasullah SAW.
Jika masyarakat barat mengenal kata bijak; Diam adalah Emas. Kita kaum muslim lebih akrab dengan kata-kata; Mulutmu adalah harimau-mu atau mulutmu adalah pedang. Ucapan buruk apapun yang kita ucapkan, berpotensi untuk menghancurkan diri sendiri atau orang lain yang mendengarnya. Terlebih menyangkut komunikasi antara orang tua dengan anak.

Anak yang dibesarkan dengan kemarahan, cenderung jadi pemarah. Anak yang dibesarkan dengan kata-kata pesimis, akan jadi anak pesimis. Anak yang terus menerus dikatakan bodoh, goblok dan tolol akan tumbuh menjadi anak yang benar-benar bodoh. Karena, kata-kata tersebut akan masuk dan tertanam di alam bawah sadarnya hingga dia percaya bahwa dia benar-benar bodoh. Dampak buruk dari ucapan buruk yang kita sampaikan pada orang lain ini, mengingatkan saya pada cerita tiga ekor kodok.

Trio kodok imut, begitulah masyarakat negeri kodok menjuluki mereka. Walaupun mereka cuma kodok, persahabatan mereka seperti kepompong. Kadang kepo – kadang rempong. Tiga kodok berwajah oriental ini masing masing bernama Kho douk khu, Kho douk moe dan Koe Douk nya -kodok unyu berjambul talang model Aliando.

Satu sore, saat hujan lebat maha dahsyat mengguyur negri kodoknesia. Mereka gembira, ceria penuh canda, berlarian di tengah lokasi pembangunan proyek Apartemen Grand Kodok Resident. Lokasi rumah mewah di ibukota negara Kodokarta. Proyek ini, milik kodokmerat sukses yang bernama Engkoh Kho douk lah.

Tak peduli hujan deras dan tanah licin, mereka berlarian penuh tawa canda sambil bersiul-siul menyanyikan lagu ‘Sang Kodok’diantara galian proyek yang penuh lobang. Dalam, Licin dan Gelap. Tanpa sadar, mereka terpelesat dan … Plungggggg, To-ll-lloooooong … sebelum akhirnya, gubraaaaaak … Gedebuk … menyentuh dasar galian di sudut belakang bangunan.

Pekerja bangunan yang sedang istrirahat makan siang, berhamburan menuju lokasi. Tak peduli menu makanan siang mereka yang hari ini luar biasa istimewa, Swike kodok dan Crispy frog leg. Terpaku dengan wajah kaget, melihat Trio kodok dalam lubang galian.

“Tolooong, bantu kami,”
Teriak mereka bersamaan. Meronta penuh harap,sambil terus berusaha naik. Saling bantu, bahu membahu. Tanpa kenal putus asa.

“Lubangnya terlalu dalam.” Teriak Kulidok, kodok berkulit hitam kelam

“Kalian tidak akan mampu.”
Timpal Dokuli, kodok ceking berperut buncit
Walau, lelah dan dingin mendera,mereka terus berusaha mencoba. Memanjat dan memanfaatkan apa saja sebagai pijakan. “Kalian cuma kodok kecil yang lemah, sudahlah pasrah saja. Itu cuma usaha yang sia-sia.” Seru yang lain seolah berjamaah.

Kho douk khu dan Kho douk moe, mulai lelah. Berhenti berusaha. Putus asa. Percaya bahwa dia tak akan mungkin mampu bangkit, hingga akhirnya kejang. Mati dan membeku.

Berbeda dengan dua sahabatnya, Kho douk nya terus berusaha, optimis dan pantang menyerah seraya terus berdoa. Tuhan mendengar doa umatnya yang terus gigih berusaha. Hasilnya, kodok tabah itu selamat mencapai permukaan galian.

“Kamu memang hebat, kecil tapi pantang menyerah”
“Perjuangan yang luar biasa”
“Boleh tau, apa yang kamu lakukan tadi, hingga bisa selamat sampai ke atas.”
Tanya Siti Kodokwati, penjual minuman dingin yang mangkal di lokasi.

“Apa!!!,apa? … Kamu nanya apa tadi?”
cuma itu yang yang bisa diucapkan Kho douk nya berulang-ulang. Karena dia tidak mendengar apapun. Dunia adalah tempat yang sunyi buatnya.

Ternyata, dia memang kodok yang tuli sejak lahir. Semua hal negatif yang di teriakkan para kuli tadi sama sekali tidak didengarnya sehingga dia tetap optimis dan berusaha.

Terkadang kita harus membutakan mata dan menulikan telinga dari orang negatif di sekitar kita. Supaya tetap bisa maju dan optimis.

Posted from WordPress for Android

Iklan

10 pemikiran pada “Perkataan Baik

  1. Ping balik: Mendidik Anak : Belajar dari Pintu yang Retak | BePlus Blog

  2. Kodoknya lucu :D. Untuk teguh pendirian dan ttp smgat maju apa lgi bisa menerjemahkan perkataan negatif jd positif butuh kesadaran tingkat tinggi. Tuli itu bsa d artikan lucky yg dlh khdpan kita kekurangn itu bsa jd kelebihan. Hah hidup memah sulit haha

    Suka

    • Eeehh… gagal paham pertanyaannya ane. Si kodok yg tuli itu tidak bisa denger ucapan bernada pesimis dr para kuli di atas, jd ttp kuat dan tidak terpengaruh. Intinya bgtu kira2 kang.

      Suka

  3. ´Terkadang kita harus membutakan mata dan menulikan telinga dari orang negatif di sekitar kita. Supaya tetap bisa maju dan optimis.´

    menyimak dan tidak bisa lain selain sependapat…

    salam
    /kayka

    Suka

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s