Maafkan aku mencumbu suamimu

#[FFK-01]

Apakah aku seperti rembulan yang tidak memiliki pilihan, selain harus terbit saat malam menjelang.

hati yang lukaAku cuma bisa pasrah seperti kemarin-kemarin saat dia mencumbuku. Pagi ini, kembali dia melumat bibirku. Menghisap cairan manis yang menghuni ragaku. Cuma menyisakan ampas yang terserak sebelum aku dicampakkan ke tempat yang lembab dan kotor.

Bunda! Seperti itukah sikap laki-laki yang sudah menghalalkanmu jadi belahan jiwanya. Tak pernahkan kau cemburu melihat dia mencumbuku di depan mata. Bukan satu kali. Bukan dua kali. Tapi puluhan, bahkan ratusan kali.

Maafkan aku bunda, karena aku tak pernah kuasa menolak, apalagi berontak setiap suamimu meminta, seperti malam ini waktu dia berteriak memanggil namamu, “Buuuu!! … tolong bikinin aku kopi”.

Karena aku cuma sebuah cangkir. Kado pernikahanmu dulu.

Tarumajaya

17/01/15

Iklan

9 pemikiran pada “Maafkan aku mencumbu suamimu

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s