Cinta dan benci. Mana yang baik buatmu???

Suka dan BenciCinta dan benci. Mana yang baik buatmu??. Sanggupkah, keterbatasan akal dan ilmu memilih apa yang benar-benar terbaik buat kita. Maksud saya, yang baik untuk keselamatan dunia dan akhirat. Rasanya tidak mungkin. Karena pilihan kita lebih sering dicampuri napsu atau manfaat sesaat.  Cinta dan benci, suka dan duka, berkah dan musibah, bedanya cuma setipis kulit bawang. Kalau anda tau ada yang lebih tipis dari kulit bawang mungkin ya … Setipis kulit yang anda maksud itu. yang jelas jauh lebih tipis dibanding dompet saya walaupun lagi nanggung bulan begini 😉

Kecewa, marah dan benci akibat musibah yang menimpa, jelas bukan karena Allah ingin mendzolimi hamba-NYA. Tidak akan ada untungnya buat Allah yang maha kaya itu, mendzolimi hamba-NYA. Justru lebih sering, kitalah yang sering mendzolimi diri sendiri karena keterbatasan ilmu yang kita miliki. Bereaksi berlebihan dan gagal menyingkap hikmah tersembunyi di balik setiap kepastian Allah yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Termasuk kegembiraan yang kadang berlebihan saat menerima sesuatu yang baik menurut anggapan kita. Karena, bisa jadi dalam limpahan karunia itu justru tersimpan cobaan.

Itulah yang sedang terjadi pada Budiman, tokoh kita pada cerita ini.

Dia marah, kesal dan benci. Bukan cuma kepada si Marno, supir pribadi yang tidak datang menjemputnya pagi ini, tapi juga mulai mempertanyakan ke-Maha Adilan Allah atas peristiwa yang menimpanya. Jam 5.20 tadi pagi seharusnya dia sudah berada di pesawat yang akan membawanya ke Singapura. Ada momen yang maha penting dalam hidupnya yang akan terjadi jam 10.00 siang ini. Penanda tangan-an kerja sama keagenan dengan ‘Express Connection. Pte.Ltd’, suatu hal yang sudah di-impikannya sejak lama sekali dan bisa jadi awal sukses usaha ekspedisi yang sudah dijalaninya selama tiga tahun.

Tiga malam berturut-turut dia begadang, menahan kantuk, menyiapkan proposal kerjasama keagenan yang sudah  digarap. Ratusan email, puluhan tilpun dan beberapa pengiriman awal sudah dia lakukan untuk membuktikan kesungguhan itu, tapi, Siallll gumannya. Beberapa saat sebelum kesempatan itu betul-betul  diraihnya, tiba-tiba saja harus gagal karena ketidak hadiran sang sopir menjemputnya

Dia jadi ingat lagi dengan dua rakaat salat Tahajjudnya tadi malam. Bersimpuh dan berdoa dengan memohon diberi kelancaran dalam pertemuan bisnisn dan menutup doan dengan doa pendek; Memohon kebaikan bagi dunia dan akhiratnya. Hasilnya!!!!… kekecewaan. Dia merasa, Allah tidak mendengar doa-doanya, Tidak mengabulkan permohonannya untuk mendapatkan rejeki yang lebih baik melalui usaha yang sedang dirintis tersebut.

Dia gelisah, resah dan marah. Berikutnya dikalahkan oleh bujukan setan yang berbisik untuk tidur lagi, melupakan salat subuh … Lebih-lebih karena gerimis semalem ini seperti membuai untuk segera menarik selimut. Saat-saat marah begini, setan demikian masuk ke aliran darahnya dan berbisik…. sudahlah Bud,… tarik selimut dan tidur aja lagi. Masa bodoh dengan shalat subuh untuk tuhan yang sudah mengecewakanmu!!!.

****

Jarum jam dinding merah jambu di kamar Budiman, berpelukan di angka delapan. Jam delapan empat puluh menit.

“Mas Budi!!!, ayo bangun Mas!!” Untuk yang ke-tiga kalinya Ninik berusaha membangunkan suaminya, sekali ini sambil pelan menggaruk telapak kaki Budi.

“Ehmm … Ehmm…” cuma dengusan itu yang keluar dari mulut suaminya.

“Ayo bangun, Mas. Coba liat berita di Tipi sana. Pesawat tujuan Singapura yang harusnya mas naikin tadi pagi diberitakan hilang dari radar Mas…”.

“Yang bener!!!!…” kali ini dia bangun dengan malas, menggosok matanya dan berjalan sempoyongan ke depan TV. Benar saja. Beberapa menit kemudian ada pernyataan resmi dari otoritas bandara yang mengkonfirmasi hilangnya pesawat itu.

Subhanallah, tanpa terasa airmatanya berlinang, dan teringat dengan jelas ayat surat Al-Baqarah yang dibacanya tadi malam;

“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216).

Budiman tersungkur  bersujud syukur. Inilah rahasia Allah yang tersembunyi di balik kegagalan dia berangkat di Singapura.

Iklan

10 pemikiran pada “Cinta dan benci. Mana yang baik buatmu???

  1. Ping balik: Move On : Menangani dan Menyembuhan Kenangan buruk masa lalu | BePlus Blog

  2. Jangan terlalu benci, ntar malah jadi cinta pisaaan… *oot*

    selalu ada hikmah disetiap kejadian ya kang… kadang perlu waktu untuk bisa ikhlas menerima ..eeh ini mah saya ketang.. Yg masih sok misuh2 …jamedud kalau ada yg tidak sesuai dgn harapan…

    Pengen gitu bisa menerima semua ketetapan-Nya tanpa banyak bertanya Mengapa….

    Suka

    • Mungkin gak bisa instan teh. Sdh pasti butuh waktu untuk bisa sampai ke level itu (menerima). Karena ikhlas itu mmg ringan di ucap tapi beraaat bingits (beratnya kyk manggul langit) jalaninnya. Nyang penting mah trs usaheee. Salam buat kang mas. Moga2 spdanya gk kempes lgi ya 🙂

      Suka

      • Oohh kempess lagi doong hahaha
        Dan memang harus diikhlaskan buat ganti yang baru hhaha

        Sepedahnya itu bannya tipis kang, udah gitu sok ngabonceng si Bungsu yg udah gede ka sakolaan..yaaa atuh teu kiateun tah .. nya wayahna wee upami mes-mes kempes deui hehe

        Iya ya kang, usaheeee wajib usaheee… Aya anu nyarios, duka saha.. jika kata ikhlas diucapkan, nilai keikhlasannya itu patut dipertanyakan… 🙂

        Suka

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s