Aku ingin istriku jadi wanita ISIS

istri shalehahGenangan air dari sisa-sisa gerimis tadi malam memantulkan cahaya putih terang dari sinar matahari yang masih malu-malu muncul di awal tahun ini. Hari ini, tanggal satu, bulan-satu di tahun yang baru – 2015. Tapi, matahari yang muncul pagi ini, adalah matahari yang lama. Matahari itu juga yang muncul di awal tahun 2014 kemarin. Matahari yang tidak berubah, sejak kehidupan dunia dimulai dahulu. Jam masih menunjukkan pukul 6.30 pagi. Selepas shalat subuh, seperti biasa Ustadz Imron sejenak menikmati kopi pagi di teras depan rumahnya.

Banyak yang sudah berubah dalam setahun terakhir ini. Bunga mawar kesayangan istrinya, dalam pot coklat di pojokan rumah, sudah tidak ada lagi. Pohon jambu air yang dulu menaungi rumahnya dari silau matahari pagi, juga sudah mati tahun kemarin, Pak Umar, muadzin di mushalla samping rumahnya juga sudah lebih dulu dipanggil Allah. Kejadian – kejadian ini membuat dia makin merasakan kematian itu begitu dekat, Usianya memang sudah tak muda lagi, 56 tahun sekarang, dan di usia-usia seperti ini dia makin merasakan, jika waktunya sudah dekat. Mengingat rata-rata usia umat Rasulullah SAW adalah 60-63 tahun. Entah mengapa pula dalam muhasabah tahunan yang dilakukannya tadi malam, yang lebih b anyak dia ingat justru Umi Imron, istri yang begitu dicintainya. Ada ketakutan yang demikian besar jika sang malaikat maut memanggilnya lebih dulu. Namun,walaupun perpisahan di dunia ini akan terjadi, dia sangat berharap Allah bisa mempersatukan-nya kembali dengan istrinya kelak. Jadi bidadari pendampingnya di Sorga.

Ada yang berbeda dari hidangan yang disuguhan istrinya pagi ini, bukan singkong atau pisang goreng seperti biasanya. Mungkin penjual pisang dan singkong langganannya di pasar sudah tidak jualan sejak kemarin. Yang jadi teman minum kopinya pagi ini adalah sepiring Ikan bakar. Itu kiriman dari pak Josef tetangganya. mungkin bekas pesta ikan bakar tahun baru tadi malam yang dihangatkan istrinya. Mereka memang bertetangga dengan sangat baik, Walaupun latar belakangnya sangat berbeda. Pak Josef dikenal sebagai aktifis gereja di lingkungannya. Namun, pak Ustadz tidak ikut-ikutan latah mengucapkan selamat natal seperti warga yang lain. Karena dia berkeyakinan toleransi itu tidak harus dilakukan melalui hal-hal seperti itu. Mengapa harus fokus pada tanggal 25 Desember saja. Toh, dia masih punya 364 hari lainnya untuk menunjukkan sikap baik dan  toleransi. Termasuk tidak berkeberatan tiap pak Josef mengadakan kebaktian bulanan di rumahnya, tiap pertengahan bulan

Tukang koran langganan pak ustadz belum jualan hari ini. Yang bisa dilakukannya cuma membolak-balik koran lama, terbitan Oktober tahun lalu, yang beritanya dipenuhi berita-berita seputar kekejaman ISIS di Irak dan Syria. Berita, yang yang beberapa bulan terakhir ini memang sedang ramai membanjiri media lokal dan internasional. Tiba – tiba saja sifat isengnya muncul. Utadz Imron memang terkenal sebagai ustadz yang humoris, bukan cuma sering menyelipkan candaan candaan lucu dalam ceramahnya, tapi juga dalam kesehariannya di rumah.

“Umi, sebentar sini. Duduk dekat abi, ada yang ingin abi obrolin”.
“Ada apa bi”, jawab sang istri sambil mengambil tempat di kursi bambu yang sudah mulai lapuk dimakan usia.
“Umi kan tau, kalau kita sudah menikah menikah lebih dari tiga puluh tahun, dan umi juga tau,  jika dalam waktu yang panjang itu, abi merasa sangat bahagia bisa terus mendampingi umi. Cuma sudah jadi sunnatullah jika salah satu dari kita pasti akan dipanggil Allah, mungkin abi atau umi yang lebih dulu. itu sepenuhnya rahasia Allah”. Pak ustadz mengawali obrolannya.
“Aduh… Abi nih kok ngomongnya ada-ada aja sih”. jawab uminya, heran.
“Itu kan sudah pasti mi. Kalaupun itu terjadi, Abi ingin kita tetap bisa bersama menghuni sorganya Allah”. lanjut pak ustadz, lagi.
“Ihhh, Abi, sooo sweet banged. Terus supaya Umi bisa jadi bidadari Abi di sorga Allah nanti, gimana caranya bi?”. Kali ini, Umi tidak tahan untuk tidak mencubit pipinya Abi.
“Umi,  abi ingin umi jadi anggota ISIS”. Dengan muka serius, malah tanpa menoleh sedikitpun kepada istrinya. berusaha menyembunyikan tawanya.
“Abi ini kok aneh sih, masa abi ingin umi jadi anggota ISIS. Kan abi tau anggota ISIS itu kejam dan menyimpang dari Islam, seperti yang ditulis di koran itu” umi masih ingat perlakuan dan kekejaman anggota ISIS  dari berita TVdan surat khabar yang sering di bacanya.
“Supaya kelak kita bisa hidup terus berdampingan di surga nanti” dengan mulut yang masih penuh ikan bakar.
“Abi ini aneh aneh saja, sudah jelas ISIS itu sangat kejam. Sebaik apapun tujuan mulia mereka untuk membangkitkan kembali kejayaan khalifah islamiyah, tapi abi kan tahu mereka melakukannya dengan cara yang salah. Membunuh itu jelas dilarang oleh Quran dan Hadits. Apalagi membunuh sesama muslim. Membunuh orang non muslim aja termasuk tindakan terkutuk dan tidak terampuni”.
“Umi kan istrinya pak Ustadz, pasti sudah pernah dengar dong, Hadist riwayat  Thabrani dan hakim yang bunyinya ‘Barangsiapa diberi istri yang shalehah, sesungguhnya ia telah diberi pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuh lainnya” Lanjut ustadz.
“Iya, Umi pernah dengar itu. tapi, apa hubungannya istri shalehah sama ISIS. Apakah supaya jadi istri shalehah umi harus jdi anggota ISIS dulu” umi makin penasaran. sementara abi begitu menunjukkan muka serius, walau hampir tak dapat menahan tawanya.
“Hahhaaaa Umi pasti kaget ya!!. Yang abi maksud dengan ISIS  itu adalah Istri Shalehah Idaman Suami. Kata ustadz melanjutkan sambil ngakak ketawa, kali ini tak kuat menahan tawa, sambil mencubit pipi umi.
“Astagffirullah hal adziim. Si Abi!!!, mau  minta umi jadi istri shalehah aja pake muter-muter begitu. Kalo jadi istri shalehah sih pasti mau lah. Kan memang itu yang dituntut agama untuk semua muslimah”. Umi jadi lebih pengen tau, “memang menurut abi umi masih belum bisa jadi istri shalehah, terus apalagi sih kriteria istri shalehah menurut Quran dan Hadits”, umi berharap betul abi Imron bisa melanjutkan penjelasannya.

Selanjutnya, Ustadz yang humoris itu membahas kriteria Istri shalehah yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits :

  • Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah).(An-Nisaâ: 34)
  • Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami (Thabrani)
  • Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. (Thabrani)
  • Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi saw.: Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. .. (Timidzi)
  • Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi)
  • Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi)
  • Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasaai, Muttafaqun Alaih)
  • Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya.(Muslim)
  • Menjaga pandangan dan kemaluan. “Wanita dan laki-laki mukmin, wajib menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya.” (An-Nur: 30-31)
  • Taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya.
    Sesuai hadits berikut ‘Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.” (HR Ibnu Majah).

“Ternyata jadi wanita anggota ISIS itu berat juga, ya bi. Tapi, insyaAllah, Umi akan berusaha sekuatnya dan istiqomah dengan bantuan abi, karena umi juga ingin punya pengeran pendamping di sorga seperti Abi. Tapi buat Abi juga gak mudah. Karena wanita anggota ISIS cuma bisa didapatkan oleh pria ISIS.”  Kali ini gantian. Abi Imron yang bengong. “Memang Pria ISIS itu apa mi”.
Pria ISIS itu; Ikatan Suami Idaman Surga bi…” kata Umi puas bisa gantian bikin suaminya bingung. Tapi, kriterianya nanti umi jelasin ya. Kasian, tetangga kita yang nulis cerita ini dah ngantuk kecapean. 🙂

Matahari, masih malu-malu. ngumpet lagi dalam gumpalan awan hitam. Malu menyaksikan kemesraan suami istri itu yang bergandengan masuk ke kamar.

Wassalam.

 

 

Iklan

9 pemikiran pada “Aku ingin istriku jadi wanita ISIS

  1. Ping balik: Istriku dan Kecantikan Cherry Belle | BePlus Blog

  2. Ping balik: Ada Apa dengan WordPress Statistics | BePlus Blog

    • Heuehuuheeu. Bukan atuh teh Wie. Masa saya tua pisan. 56 tahun?. Ini mah fiktif. Lgi blajar nulisnya pake gaya2 narasi fiktif bgini. Abis klo model artikel kyk yg udah2 kok kesannya kyk menggurui ya. Rasanya blum pantes ajah 🙂

      Disukai oleh 1 orang

      • Hehe
        Bagus kang pakai gaya begini, lebih santai bacanya.
        Ya tapi balik ke “perasaan” yg baca juga sih, lamun nuju “lempeng” ya bisa menerima sebagai pengingat fg baik, lamun nuju “teu lempeng” bisa bilang “euuh sok menasehatin pisan” 😁😁
        Iihh sok buruk sangka kituu…

        Lanjut kaaaang… 😀

        Suka

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s