Hari ibu – Renungan kewajiban ibu

pendidikan ibu

Ibu adalah madrasah.
Apabila engkau mempersiapkannya,
berarti engkau mempersiapkan generasi yang kuat akarnya
Ibu adalah taman.
Jika engku merawatnya,
dia akan hidup dengan elok,
tumbuh daunnya beraneka rupa
Ibu adalah guru pertamanya para guru
Kemuliaanya terpancar menyebar sepanjang cakrawala

Selamat hari ibu wahai para Ibu,

Berbahagialah para Ibu, karena posisi ibu mendapatkan kedudukan yang sangat mulia dalam islam. Bukan cuma satu atau dua kali, ibu diposisikan tiga kali lebih diutamakan dari Ayah seperti dalam hadits Rasulullah berikut :

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Tentu saja, ini derajat yang diberikan Allah dan rasulnya bukan tanpa alasan. Paling tidak ada tiga beban maha berat yang tidak pernah bisa dilakukan oleh para lelaki sejak moyang kita dulu Nabi Adam AS hingga generasi sekarang, bahkan kewajiban ini tak akan sangggup dipikul oleh para superhero manapun termasuk Batman, Superman, apalagi kalau cuma Suparman atau kang maman.

Semoga uraian beberapa kewajiban ibu berikut bisa menambah bakti kecintaan kita kepada orang tua dan ibu para khususnya. Buat para ibu, semoga bisa jadi bahan perenungan; sejauh mana telah menjalankan kewajibannya sesuai tuntunan Allah dan Rasulnya :

Menyusui dan memberikan ASI ekslusif

Mungkin ini salah satu kewajiban yang sering banyak terlewatkan oleh para ibu, karena alasan kesibukan atau keinginan untuk tetap tampil cantik dan mempertahankan bentuk tubuh yang ‘aduhai’, Padahal Al-Quran telah jelas-jelas memerintahkan untuk memberikan ASI ekslusif buat anak-anaknya (Jika mampu dan memungkinkan) :

“Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS AI Baqarah: 233)

Mendidik Anak

Walupun tanggung jawab untuk mendidik anak bukan semata kewajiban ibu, tapi waktu seorang anak lebih banyak dihabiskan bersama ibunya. Ibudiibaratkan sebagai madrasah/lembaga pendidikan pertama buat anak-anaknya. Waktu seorang anak, terutama awal-awal kehadirannnya di dunia akan banyak dihabiskan bersama ibunya sebelum menempuh jenjang pendidikan di luar rumah.

Hendaknya pendidikan awal yang dilakukan di rumah lebih ditekankan pada penanaman akidah yang benar, mengajari anak untuk mencintai Allah dan Rasulnya, Mengajari anak Shalat anak tepat waktu sehingga kelak mereka menjadi anak-anak yang jujur dan menghargai waktu.

Seorang datang kepada Nabi Saw dan bertanya, ” Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?” Nabi Saw menjawab, Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatirnu).” (HR. Aththusi).

Beriskap adil diantara anak-anak

Setiap anak memang dilahirkan dengan tabiat yang berbeda ada yang penurut, pendiam, hiperaktif bahkan diantaranya cenderung pemberontak. Manusiawi juga jika seorang ibu sering memperlakukan anak-anaknya dengan perlakuan yang berbeda.

Ada istilah anak emas yang kadang justru menyebabkan anak-anak yang lain merasa tersingkinkan dan sering merasa sebagai ‘anak tiri’, apapun dan bagaimanapun perilaku seorang anak, hendaknya para ibu bisa menahan diri dan tidak memberikan perlakuan yang berbeda kepada anak-anaknya.

Dari Nu’man bin Basyir, Rasulullah bersabda, Bersikap adllah diantara anak-anakmu, adillah diantara anak-anakmu, adil- lah diantara anak-anakmu (2525HR. Abu Dawud, 93544; Nasa’i, 6/262; Ahmad, 4/275, 278, 375.)

Semoga nasihat Lukmanul hakim berikut bisa jadi bisa jadi pedoman kita untuk mendidik anak dengan cara yang sesuai dengan tuntunan agama

“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengejakan kebaikan dan cegahlah (mereka) dari perbuatan mungkar dan bersabarlah terhadap apa-apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesunguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai.” (QS Lugman:7-19).

Selamat hari ibu sekali lagi dan semoga tulisan pendek ini bisa tadi tambahan bahan perenungan

Iklan

2 pemikiran pada “Hari ibu – Renungan kewajiban ibu

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s