Manfaat menulis bagi kesehatan mental dan fisik

manfaat menulis bagi kesehatan mental dan fisik

manfaat menulis bagi kesehatan mental dan pisik

Jika beberapa tema tulisan saya akhir-akhir ini lebih banyak mengenai manfaat menulis, bukan karena ingin menggurui, tapi lebih kepada sekedar menyemangati diri sendiri. Masalahnya, saya ini bukan cuma seorang prosrastinator akut, alias suka banget nunda-nunda keinginan menulis karena pengen nyari tema tulisan yang spektakuler dan wuaaaah. Lebih dari itu, saya melihat diri sendiri sebagai seorang ‘Procaffeinator’ akut.

Nah lho, apa pulak itu. Berdasarkan kamus ‘wikipenaedewe’, procaffeinator akut itu adalah seorang yang suka menghabiskan kopi bercangkir-cangkir mencari ide dan saat yang tepat untuk mulai menulis. Jangan ikut saya yang suka menunda-nunda. Yuk…….sekarang kita baca saja mengenai manfaat menulis bagi kesehatan mental dan fisik

Menulis melatih kekuatan mental

Rasanya sudah terlalu umum jika saya menyampaikan bahwa manfaat menulis cuma sebagai sarana buat mengembangkan perbendaharaan kosa-kata atau sebagai sarana curhat saja. Sekadar melepaskan emosi yang meluap-luap. Ajaib dan luar biasanya lagi, menulis bisa jadi sarana untuk menigkatkan daya tahan dan kekuatan mental.

Kok bisa ???.

Berbeda dengan menulis pengalaman traumatis atau saat-saat bahagia di buku harian atau blog pribadi yang cuma dibaca sendiri sambil sambil nyengir-nyengir kuda atau nangis bombay. Menuliskan pendapat dan pemikiran-pemikiran kita di media sosial yang bisa diakses publik, terlebih lagi Blog, memungkinkan tulisan anda dibaca dan dinilai orang lain, sehingga terbuka kesempatan untuk memaksimalkan manfaat menulis dengan menerima masukan dari pembaca. Tak tertutup kemungkinan akan memancing komentar-komentar pedas dari beberapa pembaca yang mungkin pemikirannya tidak sejalan. Disinilah mental dan kedewasaan kita dilatih untuk bisa menerima kritik dan perbedaan tersebut sehingga kita akan jadi lebih dewasa dan kuat secara mental.

Jika ingin mendapatkan manfaat menulis bagi kesehatan mental dan fisik, tentu saja bukan semacam tulisan yang bernada keluh kesah atau makian yang sering kita baca di media sosial semacam facebook. Karena tulisan keluh kesah resah dan gelisah apalagi sampai mendesah tidak akan membuat kita lebih kuat. Sebaliknya justru akan membuat kita makin terpuruk. Tidak beda dengan di kehidupan nyata, anda perlu juga selektif memilih media dan teman-teman maya anda. Jika anda main di kebun bunga, anda akan keciptratan wanginya, kalo maen di tempat sampah macam bantar gebang, ya……………sudah pasti anda kebagian baunya., begitu kata orang bijak.

Menulis melatih otak.

Kalau anda bersedia, anda bisa sebentar berhenti membaca, bayangkan,…. hidup tanpa gerak dan aktif melatih otot-otot anda. Yang senang nge-gym pasti tahu. Otot akan tambah lemah, loyo bahkan mungkin kehilangan kekuatannya tanpa latihan yang rutin dan teratur. Kesehatan fisik menuntut latihan,disiplin dan konsistensi.

Hal serupa akan terjadi dengan otak anda. Melemah dan cenderung kehilangan daya ingat. Lebih parahnya lagi anda bisa masuk dalam kelompok PDIP; alias kelompok yang menderita Penurunan Daya Ingat Permanen :). Seperti halnya otot, otak juga memerlukan aktifitas dan latihan yang konsisten supaya tetap sehat dan kuat. Salah satunya bisa diperoleh dengan memanfaatkan kegiatan menulis.

Mencari pandangan alternatif dan kebenaran

Membaca dan menerima mentah-mentah pemikiran dari buku dan artikel yang anda baca bisa menyebabkan anda mengelami ‘sembelit intelektual’. Dibutuhkan keseimbangan antara input dan output seperti halnya pada proses makan dan minum.

Jika kita menyimpan informasi untuk diri sendiri, tidak akan ada orang lain yang menunjukkan kekurangan atau titik lemah dari pendapat dan pemikiran kita. Sikap ini akan perlahan menggusur anda pada sikap merasa benar sendiri, sok tahu (bukan sop tahu ya..) yang berlebihan, arogan dan sok pintar.

Manfaat Menulis lainnya adalah sebagai sarana untuk menguji pemikiran dan pendapat yang kita miliki, untuk selanjutnya membandingkannya dengan umpan balik dari pembaca. Dengan cara ini kita bisa lebih objektif dalam melihat persoalan dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Sekaligus jadi sarana belajar untuk bisa menerima pendapat, saran dan kritik orang lain yang mungkin saja jauh lebih baik dan mendekati kebenaran. Bukankah proses memperoleh kebenaran itu dengan membandingkan beberapa pendapat dan pemikiran untuk mendapatkan yang paling mendekati benar?

Manfaat menulis bagi kesehatan pisik

Dalam penelitian tahun 2005 terhadap manfaat pisik dan mental dari kegiatan menulis yang ekpresif, para peneliti menemukan bahwa menulis tiga sampai lima kali dalam dalam masa penelitian yang selama 4 bulan menunjukkan perbaikan kesehatan pisik dan mental yang luar biasa.

Dengan menuliskan peristiwa traumatis, stres atau peristiwa emosinal lainya, para peserta menunjukkan perubahan yang signifikan sehingga seperti berkurangnya rasa sakit dan efek trauma sehingga mengurangi tingkat perawatan medis di rumah sakit. Peserta juga memperoleh manfaat menulis dari penurunan tekanan darah dan fungsi hati yang lebih baik dari pada orang yang tidak menulis.

Peneliti juga menemukan manfaat menulis bagi kesehatan mental dan fisik berupa percepatan penyembuhan luka fisik. Pada tahun 2013 lalu para peneliti di new zealand mengamati penyembuhan luka dari 49 pasien yang sehat. Peserta diminta menuliskan pikiran dan perasaaanya selama 20 menit selama 3 hari berturut-turut dua minggu sebelum biopsy. Sebelas hari kemudian 76% dari kelompok yang menulis sembuh seutuhnya. Penelitian itu menyimpulkan bahwa menuliskan peristiwa maupun pengalaman pahit yang kita alami bisa mengurasi ketegangan tersebut.

Manfaat menulis bagi kesehatan mental dan fisik tidak terbatas sampai disini. Penderita beberapa penyakit fisik tertentu dapat meningkat kesehatannya melalui kegiatan menulis. Penelitian menunjukkan, penderita Asthma yang melakukan kegiatan menulis mengalami serangan yang lebih rendah dari pada yang tidak. Pasien AIDS yang melakukan kegitan menulis memiliki tingkat T-Sel yang lebih tinggi. Penderita kanker yang melakukan kegiatan menulis juga dilaporkan mengalami perbaikan kondisi, lebih optimis dan peningkatan kualitas hidup yang makin baik.

James W.Pennebaker, yang mengadakan riset mengenai manfaat menulis bagi penyembuhan pada University of Texas di Austin, menyimpulkan hasil penelitiannya : “Saat seseorang diberikan kesempatan untuk menulis tentang pergolakan emosi yang dialaminya, terjadi peningkatan kesehatan ke arah yang lebih positif. Mereka jadi jarang pergi ke dokter dan mengalami perubahan positif pada kekebalan tubuhnya”

Anda tidak harus menjadi penulis atau terus menerus mengingat saat-saat traumatis dalam kehidupan supaya mendapatkan manfaat menulis bagi kesehatan mental dan fisik ini. Menulis jurnal atau blog dirasa cukup untuk mendapatkan manfaat yang luar biasa ini. Penyelidikan membuktikan bahwa kegiatan nge-blog bisa jadi pemacu pelepasan dopamine seperti yang anda dapatkan saat melakukan olahraga atau mendengar music.

Ayooo, menulis lebih giat lagi, supaya kita bisa mendapatkan manfaat menulis yang optimal

Picture credit to : open.ac.uk
Tambahan referensi :
http://apt.rcpsych.org/content/11/5/338.full
http://mic.com/articles

Iklan

22 pemikiran pada “Manfaat menulis bagi kesehatan mental dan fisik

  1. Ping balik: Move On : Menangani dan Menyembuhan Kenangan buruk masa lalu | BePlus Blog

    • Afan biasa make inggris “physical”… hahhaaa ngeles. Hatur nuhun fisan kang rifanlee… funten ah…feace…. hahahah… thx brow sudah mamfir. Sorry bcanda ya 🙂

      Suka

  2. Poin pertama aku menyebutnya: menjaring opini.. Krn dgn nulis di blog, kita bs menjaring opini dr para pembaca.
    Poin ketiga aku menyebutnya: merapikan isi otak.. Hehe..

    Sekedar saran, kalau nulisnya berdasarkan kualitas dan gak ngejar waktu post spt aku, postingannya di schedule di saat banyak orang melek, biasanya klo schedule aku pilih post jam 9 pagi (biar bisa dibaca pas makan siang) atau jam 3 sore (dibaca pas pulang kantor), hehe.. Iseng2 aja cari waktu yang tepat utk publish.. 😀

    Suka

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s