Jangan titipin kunci kebahagiannmu sama tetangga!!

kebahagiaan

Saya senang atau bahagia ya, saat tulisan di blog saya di sukai banyak orang??. saya sendiri masih bingung membedakan antara senang dan bahagia. mungkin anda juga masih bingung membedakan kesenangan dan kebahagiaan. Kegagalan membedakan dua kata-kata inilah yang menyebabkan banyak orang gagal menikmati kebahagiaan dalam hidupnya.Jika itu masalahnya sebenarnya kunci kebahagiaan itu apa sih???

Banyak orang yang hidup terus menerus hidup dalam keputus- asaan bisu, tidak merasa bahagia dan berharap kebahagiaaan itu akan diraihnya saat kehidupannya berubah. Yang jomblo berharap akan hidup bahagia setelah menemukan pasangan hidup. Yang sudah punya pasangan hidup merasa akan lebih bahagia jika memiliki suami yang lebih ganteng. Yang memiliki pasangan ganteng merasa akan lebih bahagia jika memiliki pasangan yang  kaya. Yang sudah memiliki pasangan yang ganteng dan kaya berharap punya pasangan yang biasa-biasa saja asal baik hati dan shaleh.Apalagi kalu sampe ngiri sama tetangga yang kadang sepintas kita lihat lebih hebat dalam segala hal. Kalau ini yang terjadi, artinya kita sudah kehilangan kunci kebahagiaan milik kita sendiri. Mungkin lupa di taro dimana 🙂

Kalau sudah begini masalahnya, artinya kita sudah menitipkan kebahagiaan kita pada materi. Pada tanggapan dan pujian orang lain dan ektrimnya lagi, nitipin kunci kebahaagiaan sama tetangga. Kita terjebak dan terbenam lebih dalam lumpur ambisi yang kelam, tanpa ujung dan tak terpuaskan. sampai akhirnya gagal untuk mensyukuri karunia yang sudah kita miliki.

Ada pengusaha sukses yang sudah memiliki segalanya. Rumah mewah, sawah, mobil wah, rekening bank tumpah ruah, punya istri cantik berjari lentik, pakaian modis keluaran butik,kulit bening tanpa bintik. Tapi itu belum cukup membuat dia bahagia. Untuk meraih ‘kebahagiaan’ yang masih diimpikannya, sang pengusaha memepertaruhkan perusahaan, rumah, sawah dan uangnya untuk untuk nyaleg. Tentu saja dengan impian akan memperoleh kebahagiannya setelah terpilih jadi wakil rakyat. Menduga bisa membuat tetangga, warga dan kolega bangga. Tapi astaga, tak terduga dia gagal dan harus kehilangan segalanya demi mencapai kebahagiaan semu. Bisa diduga bagaimana kehidupan sang pengusaha selanjutnya. Akibat meletakkan kunci kebahagiannya pada jabatan.

Parahnya lagi, sebagian besar dari kita membiarkan tiap detik berlalu dan rela dijajah dan diperbudak perasaan tidak puas seperti ini. Bergaul dengan orang yang memiliki kesamaan cara pandang dan cenderung membenarkan kepercayaannya. Menganggap kebahagiaan adalah terpenuhinya segala keinginan dan ambisi . Anggapan salah seperti ini tidak akan pernah membuat mereka bahagia. Karena pemenuhan satu keinginan akan menuntut keinginan untuk memenuhi keiginan selanjutnya. Saat keinginan anda untuk memiliki sebuah sepeda motor terpenuhi, anda berkhayal untuk bisa bepergian tanpa kehujanan. Saat anda sudah memiliki mobil keluaran tahun 2005, anda berkhyal memiliki mobil keluaran terbaru dan seterusnya dan seterusnya.

bahagia-2

Tepat sekali rasanya orang bijak yang mengatakan;“Jangan pernah meletakkan kunci kebahagiaan anda di kantong orang lain”. Seandainya kebahagiaan anda adalah melihat isti anda tersenyum pagi ini. Apa jadinya jika dia tidak tersenyum pagi ini karena sedang bergelut dengan masalahnya sendiri. Seandainya kebagiaan anda adalah mendengar pujian bos anda atas pekerjaan anda kemarin, Apa yang terjadi jika bos anda tidak memberikan pujian karena dia baru saja dimaki direktur-nya tadi padi.

Sebetulnya, kesalahan cara berpikir seperti itu adalah karena kurangnya pemahaman mengenai kunci kebahagiaan. Kebahagiaan tidak harus diukur dengan terpenuhinya segala keinginan kita. Karena karena keinginan adalah kebutuhan yang sudah dicampuri napsu dan ambisi. Allah sudah menjajikan akan memenuhi kebutuhan makhluknya seperti firmanNYA dalam Alqur’an :

“……dan tiada satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya” (Surah Hud, ayat 6).

Pengertian rejeki diatas adalah kebutuhan dan keperluan hidup kita. Seandainya anda menyadari bahwa kebahagiaan itu adalah terpenuhinya kebutuhan anda. Maka anda akan senantiasa bahagia karena adanya jaminan Allah akan menjamin kebutuhan makhluknya. Tapi, kalau anda menganggap kebahagiaan itu adalah terpenuhinya segala keinginan dan ambisi, saya mengucapkan selamat bergabung dengan orang-orang yang tidak bisa bahagia selamanya, karena tidak ada jaminan Allah untuk memenuhi semua keinginan manusia di dunia ini.

Allah cuma menjamin akan memenuhi keinginan manusia saat sudah surga sana !!!!

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah Tuhan kita semua, kemudian mereka itu bertindak lurus -berpendirian teguh, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka -dan berkata: “Jangan engkau semua takut dan jangan pula berduka-cita dan terimalah berita gembira memperoleh syurga yang telah dijanjikan kepadamu semua.” Kami -Allah- menjadi pelindungmu semua dalam kehidupan dunia dan pada hari kemudian. Di situ engkau semua memperoleh apa-apa yang menjadi keinginan hatimu dan di situ pula engkau semua mendapatkan apa saja yang engkau semua minta. Hidangan dari Tuhan yang Maha Pengampun dan Penyayang.” (Fushshilat: 30-32)

Kebahagian dan kesenangan karena terpenuhinya segala keinginan kita adalah dua hal yang sangat berbeda dan tidak selayaknya di campur- adukkan dalam satu pengertian. Berharap untuk bahagia karena mendapatkan kesenangan setelah terpenuhinya segala keinginan, cuma merupakan hal-yang sia sia.

Sebenarnya manusia sudah merupakan produk yang komplet dan sudah memiliki sumber kebahagiaan dalam dirinya sendiri. Tidak diperlukan alasan untuk bahagia. Kebahagiaan itu cuma masalah niat dan kesadaran untuk mengalaminya. Tidak harus karena terpenuhinya keinginan keinginan kita.

Saat anda sadar bahwa mata air kebahagiaan itu sudah ada dan terus mengalir dan ada dalam diri anda sendiri. Cara pandang anda tentang kesenangan dan kebahagiaan akan sepenuhnya berubah. Anda berubah dari orang yang menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengejar kebahagiaan semu,menjadi orang yang menjalani hidup dengan suka cita. Karena kesenangan saat mencapai apa yang jadi keinginan anda bukan lagi prasyarat tercapainya kebahagian.

Miliki dan simpan kunci kebahagiaan di sakumu sekarang, karena andalah yang memilih mau bahagia atau tidak sekarang

Iklan

8 pemikiran pada “Jangan titipin kunci kebahagiannmu sama tetangga!!

  1. Ping balik: Istriku dan Kecantikan Cherry Belle | BePlus Blog

  2. Ping balik: Buang Separuh Jiwamu! Dapatkan Separuh Agamamu | BePlus Blog

  3. Ping balik: Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu | BePlus Blog

  4. Ping balik: Move On : Menangani dan Menyembuhan Kenangan buruk masa lalu | BePlus Blog

  5. Ping balik: Air Asia QZ 8501 dan Misteri hilangnya 119 pesawat | BePlus Blog

  6. Ping balik: BePlus Blog | Mampukah uangmu membeli kebahagiaan ?

  7. Makasih sudah mampir, InsyaAllah jika kita disibukkan dengan menghitung nikmat kita akan lupa memikirkan apa-apa yang belum kita dapat. karena jangankan menghitung nikmat lainnya. menghitung jumlah napas kita seharipun kita tidak akan sanggup.

    Suka

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s