Hari ayah, sebuah renungan

Rasanya kaget juga waktu beberapa teman kantor menyalami saya kemarin sambil mengucapkan “Selamat hari Ayah!!!”.

Walaupun hari ayah atau Father Day sudah saya dengar sejak lama, sungguh, saya gak mudheng jika di Indonesia juga orang sudah ikut-ikutan merayakan hari ayah yang dideklarasikan sejak tahun 2006 lalu dan di rayakan tiap tanggal 12 November tiap tahunnya.

Agak berbeda memang, di kurang lebih 75 negara lainnya, hari ayah diperingati tiap hari minggu pekan ke tiga bulan Juni. Hari ayah ini dimaksudkan untuk menghormati peran ayah dalam keluarga. Tidak beda dengan hari ibu yang sudah kita rayakan jauh lebih dulu, lengkap dengan ucapan selamat dan hadiah.

Buat saya pribadi, mendengar hari ayah nasional ini, rasanya kok, tidak terlalu luar biasa ya. Bukan karena saya tidak dapat ucapan selamat hari ayah atau kado dari anak-anak. Sebaliknya malah sedikit miris. mungkin karena saya belum pantas disebut ayah yang baik dan mencoba merenung dan introspeksi tentang peran dan fungsi ayah dalam kajian Al-Quran dan Al-Hadits ;

Ayah harus bisa memberikan bekal pendidikan agama buat anak-anaknya.

Hal ini dengan sangat gamblang di firmankan Allah dalam kalam suciNYA :

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)  mereka.
Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan  hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”  (Qs. An Nisa : 9)

Senada dengan Ayat diatas Rasulullah SAW juga memandang peran ayah dalam menyiapkan bekal pendidikan bagi anak-anaknya sebagai sesuatu yang sangat istimewa di mata Allah sesuai sabdanya ;

“Seorang ayah yang mendidik
anak-anaknya adalah lebih baik
daripada bersedekah sebesar 1 sa’ di jalan Allah.”

Peran ayah. sebagai ujian kepemimpinan

Dalam banyak ayat al-quran đan al-hadits, Allah memperingatkan kita akan ujian yang akan banyak diberikan untuk mengetahui    kwalitas keimanan kita melaui berbagai hal. Dalam urusan keluarga peran kita sebagai ayah akan merupakan ujian kemampuan kita untuk memimpin keluarga :

“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban
terhadap apa yang dipimpinnya.
Seorang suami adalah pemimpin bagi anggota keluarganya, dan ia akan
dimintai pertanggung jawaban
terhadap apa yang telah
dipimpinnya atas mereka.” (HR. Muslim)

Ujian Ayah.untuk tidak terlena oleh anak-anak dan harta.

Sejarah menunjukkan begitu banyak contoh manusia yang gagal dalam menjalani perannya sebagai hamba Allah karena lebih mendahulukan kepentingan anak-anak dan hartanya melebihi Allah dan rasulnya. Banyaknya harta dan keinginan anak-anaknya yang membuat mereka lalai dalam mengingat dan menjalankan syariat Agama.

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai
cobaan dan sesungguhnya di sisi
Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Al Anfal:28)

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah lah pahala yang besar.:
(Qs. At Taghabun:15)

Semoga momen hari ayah ini bisa jadi sarana renungan sekaligus introspeksi diri bagi kita para ayah untuk menjadi ayah yang baik bagi anak-anak kita. Kelak saat hari ayah tahun berikutnya kita sudah layak mendapat predikat ayah yang baik.

Posted from WordPress for Android

Iklan

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s