“Learning to love yourslf is the greatest love of all”.

Mencintai diri sendiri adalah awal untuk bisa percaya diri

Lhoooo, itu kan lagunya si hitam manis Whitney Houston, tapi lirik lagu itu betul terasa mengena banget saat kita berbicara tentang pengembangan diri. Sebelum anda bisa mencintai orang lain anda harus bisa mencintai diri sendiri, anda tidak bisa memberi orang lain jika anda sendiri tidak memilikinya.

Sebelum mengatakan sesuatu kepada orang lain, yakinkan bahwa kualitas yang ingin anda sampaikan tersebut sudah anda miliki. teruslah berusaha memperbaiki diri sehingga mampu mengilhami orang lain untuk berubah menjadi lebih baik.

Setiap kita berpikir tentang rasa percaya diri, kita sering sekali diliputi keraguan keraguan. Rasa takut dan tidak aman yang terus berputar-putar seperti komedi putar di ancol, kita sering ber-andai-andai; “Andaikan saja aku jadi orang lain”. Kita berpikir dan percaya bahwa sebagian besar orang lebih baik dari kita, padahal kenyataannya, orang lain juga mempunyai ketakutan yang sama, bahkan mungkin ketakutan-nya seratus kali lebih besar dari ketakutan yang sedang kita rasakan.

Bayangkan, ketika melihat seseorang yang sangat menarik di tengah pesta, mungkin anda berpikir; “Orang itu nampak demikian tenang dan percaya diri”. Seandainya saja anda bisa membaca pikirannya yang transparan , akan nampak banyak awan keraguan dan pemikiran di kepalanya akan heran mendapati orang tersebut juga berpikir; “Apakah orang banyak membicarakan saya yang duduk menyendiri?…. kenapa saya tidak menarik?…saya gak suka pergelangan kaki saya, terlalu kurus……saya sangat ingin jadi orang pandai bicara seperti anak muda yang duduk dipojokan itu”

Begitu juga saat kita melihat pengusaha muda yang sukses, mungkin kita juga sering berpikir; “Dia sudah punya segalanya, dia tidak lagi memerlukan apapun lagi”, padahal begitu banyak yang anda ketahui tentang dia,mungkin saja setiap memandang cermin dia berbicara pada dirinya sendiri; Saya benci mata saya yang belo….saya heran kenapa teman saya tidak menyapa saya….saya heran kenapa istri saya kurang mencintai saya dan memilih berselingkuh dengan teman kantornya”.

Ironis bukan???.

Kita melihat rumput di halaman tetangga lebih hijau.Kita melihat kehidupan orang lain lebih indah, merasa iri karena mereka nampak begitu sempurna di mata kita dan berharap bisa bertukar tempat dengan mereka, padahal mereka juga melihat kita dengan harapan dan cara yang sama. Orang yang yang membuat kita gelisah ternyata sama gelisahnya dengan kita. Ketika kita rendah diri, kita menjadi kehilangan kekuatan diri sendiri karena terbalut oleh keputus-asaan bisu dan gagal men-syukuri apa yang sudah kita miliki.

Saya punya cerita tentang orang yang tidak ada lelahnya berbicara tanpa peduli apakah orang lain tertarik pada inti pembicaraanya sehingga orang selalu menjauhinya saat dia mendekat. jeleknya lagi, dia tidak menyadari masalahnya tersebut. padahal orang lain selalu berusaha menjauh darinya tanpa dia sadari.

Salah satu kunci meningkatkan kemampuan diri adalah bertanya pada orang yang anda percayai dan dengan rendah hati mendengarkan jawabannya.Temukanlah orang yang nyaman anda ajak bicara dan cobalah ajukan pertanyaan seperti berikut :

“Apakah saya terlau cerewet”;
“Apakah pembicaraan saya terlalu keras”;
“Apakah sikap saya membosankan”

Itu cuma beberapa contoh pertanyaan yang bisa anda ajukan, anda bisa mengutarakan pertanyaan lain yang anda anggap cocok dengan situasi anda sekarang. Yakinkan teman anda untuk memberikan jawaban yang jujur dan biarkan mereka tahu bahwa maksud pertanyaan anda adalah dalam rangka meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan sosial anda dalam bergaul. Buka kuping dan hati anda lebar – lebar untuk menerima kritik dan tahan diri anda untuk memberikan bantahan yang bersifat argumentatif seperti; “Suka atau tidak, itulah gua adanya” atau;  “Gua rasa lo belum tau sifat gua yang seutuhnya”.

Anda juga bisa menawarkan diri untuk memberikan kritik yang membangun tentang sikap dan tingkah laku teman bicara  anda, tapi jangan lakukan hal tersebut tanpa persetujuannnya.

Berhentilah berpikir sebagai manusia kelas dua, berhenti berandai andai dan buang pemikiran; “Seandainya saya lebih kaya,….”; “Andaikan saya bisa lebih langsing..” dan seribu andai andai lainnya. Menerima dan mensyukuri keadaan anda sekarang adalah langkah awal untuk pemberdayaan diri. Kita harus berhenti membandingkan keadaan kita dengan orang lain, karena hal paling dasar yang kita miliki sebelum karier, mobil masa kini ataupun rumah mewah adalah jiwa dan raga kita sendiri

Kita semua memiliki kekurangan, apalagi di mata orang lain. Kita sering berandai-andai memiliki tubuh yang lebih athletis, karir yang lebih baik, istri yang lebih cantik dan sejuta impian lainnya, tetapi hidup tidak harus serba sempurna untuk sekedar bisa bahagia.

Iklan

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s