Karunia dibalik Musibah

terdampar“Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Q.s. an-Nisa’: 19).

Alkisah seorang lelaki separuh baya terdampar di suatu pulau tandus yang tak berpenghuni. Setiap hari dihabiskannya dengan berdoa memohon agar ada seseorang yang menyelamatkannya, tetapi pertolongan itu tidak juga datang dan membuat laki-laki itu hampir berputus asa.

Hari, minggu dan bulan demi bulan pun berlalu, membuatnya belajar untuk bisa bertahan hidup dengan meminum air laut dan memakan apa saja yang bisa ditemuinya sambil terus memohon dalam doanya agar Tuhan mengirimkan seseorang untuk menyelamatkannya, selama itu pula dia mengumpulkan berbagai benda yang ditemuinya dan dikumpulkannya dalam gubuk yang terbuat dari ranting -ranting dan pelepah kelapa kering sebagai tempat menyimpan segala perbekalan untuk bisa bertahan hidup. Hingga………….. suatu hari saat pulang setelah  mencari makanan dia mendapati gubuknya sudah ludes terbakar.

Tak ada lagi yang tersisa dari benda-benda yang dikumpulkannya satu demi satu untuk bertahan hidup kecuali baju dan celana yang dipakainya dan sedikit makanan yang dikumpulkannya hari itu.Lima buah kerang dan sebutir kelapa kering. Rasa terkejutnya kini berubah jadi amarah, geram dan kebencian pada sang pencipta karena merasa penderitaannya dan harapan hidupnya menjadi bertambah tipis dengan kejadian ini.

“Tuhaaaaaaaaaaan!!!!!! mengapa semua ini KAU timpakan kepadaku?, rasanya aku tak pernah letih berdoa kepadaMU selama berbulan bulan berharap seseorang KAU kirim untuk menolongku, Tapi hasilnya………, sekarang semua yang ku kumpulkan untuk bertahan hidup malah musnah di telan api!!!!!!, mengapa KAU biarkan ini terjadi padaku!!!!” teriaknya sambil mengepalkan tinjunya ke udara dengan nada keras diliputi amarah.

Masih berlutut penuh linangan air mata saat sepintas dia menoleh ke laut lepas, pandangannnya tertuju ke laut lepas saat dilihatnya sebuah kapal melaju ke arahnya yang akhirnya menyelamatkan dia, dalam perjalanan pulang sang pria yang masih penasaran bagaimana kapal itu menemukannya, bertanya kepada kapten kapal yang menemukannya, “Bagaimana anda bisa melihat dan menemukan saya di pulau terpencil seperti itu???”

Sang Kapten menjawab,“Kami sedang berlayar menuju tujuan kami saat kami melihat gumpalan asap di angkasa yang berasal dari gubuk yang terbakar di pulau tempatmu terdampar, hingga kami memutuskan untuk memeriksa lebih lanjut, sampai akhirnya kami menemukanmu di sana!!!”

Kehidupan sering menghadapkan kita pada tantangan, masalah dan terkadang malapetaka, Tapi ingatlah, yang nampak buruk dan tidak menyenangkan di mata kita belum tentu buruk di mata Allah, demikian juga sebaliknya. Dalam sebuah bencana sering tersembunyi karunia dan kasih sayangnya yang mungkin gagal kita pahami pada saat itu menimpa kita, tetapi beberapa saat kemudan kita sadar dan berucap penuh syukur “Alhamdulillah ya Allah…………………………………………………………..”


“jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”
(Q.s. al-Baqarah: 216).

Iklan

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s