Pejabat daerah dan si Tuti

laughingdog

Mendengar cerita arogansi pejabat daerah indonesia beberapa waktu lalu, seorang Bupati yang mengerahkan para satpol PP untuk memblokir bandara di salah satu provinsi di Indonesia, saya jadi ingat salah satu humor lucu tentang seorang wanita petugas airport check-in counter yang pintar dan humoris. Selalu tetap tenang saat menghadapi kemarahan para pelanggannya yang kesal.

Ketika salah satu pesawat dari perusahaan penerbangan, sebut saja Perkutut Airline tempatnya bekerja harus membatalkan penerbangannya karena kerusakan mesin. Tuti sibuk melayani antrian panjang penumpang yang harus melakukan re-booking (booking ulang) untuk penerbangan berikutnya.

Dari belakang antrian, tiba-tiba saja seseorang yang belakangan diketahui sebagai seorang pejabat daerah menerobos ke depan sambil membanting tiketnya ke atas meja sang petugas kemudian berteriak;

“Saya nggak mau tahu, pokoknya saya HARUS dapat tempat di penerbangan ini dan harus duduk di FIRST CLASS”

Sang petugas tetap tenang, tersenyum dan menjawab ringan :

“Maaf Pak, saya akan berusaha membantu semampu saya, tapi saya tetap harus mendahulukan yang dalam antrian paling depan dahulu, setelah itu saya akan melayani Bapak”

Sang pejabat arogan nampak tak bisa menerima penjelasan ini dan berteriak dengan keras sehingga menjadi pusat perhatian penumpang lain “KAMU TAHU SIAPA SAYA!!!!!! ” dengan sombong merasa dirinya dikenal sebagai pejabat penting di daerahnya.

Tuti masih menunjukkan senyum manisnya untuk kemudian tanpa ragu mengambil pengeras suara (mike) di mejanya dan
mengumumkan

Perhatian….. perhatian, bisa saya meminta perhatian sebentar” suaranya terdengar di seluruh terminal keberangkatan,“Kami mendapati seorang penumpang di gate 14 yang amnesia dan lupa siapa dia yang sebenarnya,jika ada yang bisa membantu mengenalinya harap datang ke gate 14”

Seluruh calon penumpang dalam antrian tertawa terbaha-bahak hingga sang pejabat geram dan memaki;

“Bah…dasar ng**tot kau”

Tetap tenang, Tuti menjawab ringan; “kalo mau yang itu bapak juga harus tetap dalam antrian”

Iklan

2 pemikiran pada “Pejabat daerah dan si Tuti

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s