INGIN HIDUP TENANG, PAHAMI SAJA MAKNA BCD DALAM KEHIDUPAN KITA

Picture credit to thechoicedrivenlife.com

Picture credit to thechoicedrivenlife.com

Walaupun Abjad itu ada 27 huruf, di mulai dari hurup A dan dan berakhir dengan hurup Z, tetapi sesungguhnya kehidupan kita cuma terdiri dari 3 huruf saja – BCD, amat singkat dan sedikit.

Kalau anda teruskan membaca, anda akan tahu apa yang saya maksud dengan BCD, tapi sebelumnya, ijinkan saya mengabarkan buat yang suka terjebak angan-angan seakan akan hidup seribu tahun lagi,  betapa singkatnya usia kehidupan kita di dunia ini.

Buat yang sok tahu dan merasa mengetahui segalanya ini menggambarkan betapa sedikitnya hal yang kita ketahui dibandingkan dengan hal hal yang belum kita ketahui. Buat yang merasa sudah memiliki segalanya, ini menggambarkan betapa sedikitnya yang baru kita miliki dari dunia ini.

Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Tidaklah -berarti- dunia ini kalau dibandingkan dengan akhirat, melainkan seperti sesuatu yang seorang diantara engkau semua menjadikan jarinya masuk dalam air lautan, maka cobalah lihat dengan apa ia kembali -yakni seberapa banyak air yang melekat di jarinya itu, jadi dunia itu sangat kecil nilainya  dan hanya seperti air yang melekat di
jari tadi banyaknya-. “ Dari al-Mustaurid bin Syaddad r.a., “(Riwayat Muslim)

Inilah sesungguhnya yang saya maksud dengan BDC kehidupan. Hidup anda berawal dari B – Birth atau Kelahiran dan berakhir dengan D – Death atau Kematian. Dua hal yang sepunuhnya  menjadi hak Allah dan sama sekali diluar kendali dan kemampuan kita. Kita tidak bisa memilih kapan dan dimana kita dilahirkan, apalagi memilih dari siapa kita dilahirkan, kalau bisa memilih tentu saya akan memilih dilahirkan oleh Aburial Bakri, supaya mewarisi kekayaan dan banyak perusahaan serta memiliki istri secantik Nia Ramadhani.

Kematian juga sepenuhnya jadi hak Allah, tidak ada seorangpun yang tahu kapan dia akan pulang dan mengembalikan roh kepada PEMILIK yang sebenarnya. Kita tidak diberikan pilihan untuk memilih kapan, bagaimana dan dimana kita akan mati. Kalau bisa memilih tentu saya akan memilih meninggal dengan tenang ditengah orang-orang yang saya cintai, tanpa diawali penyakit berat dan merepotkan orang orang yang saya tinggalkan. Mungkin juga banyak dari anda yang akan memilih untuk dimakamkan di pemakaman mewah senilai 2 Miliyar di pemakaman San Diego Hill, Karawang. Tidak mungkin juga kalao anda di makamkan di sana anda bisa ‘menikmati’ segala fasilitasnya dan tidur dalam kematian anda dengan tenang karena Sang malaikat penyiksa gagal menyiksa anda akibat tertahan di pos Satpam.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan”(QS. Al-Ankabut : 57)

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi  kokoh,……………………..” (QS An-Nisa : 78)

Lantas, kalau kelahiran  (B) dan kematian (D) saya itu sepenuhnya sepenuhnya milik Allah apa lagi yang masih kita miliki????. Dintara B dan D masih ada abjad C. Satu abjad yang harus ada gunakan dengan bijak dan penuh kehati-hatian karena akan menentukan kebagiaan anda di dunia dan akhirat. Karena C adalah Choices alias pilihan dan keputusan anda dalam menyikapi peristiwa yang hadir dalam kehidupan anda. Mengenai pilihan hidup dalam beragama Allah berfirman :  “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya (QS. As-Syam : 7) dan memberitahukan kita tentang konsekwesi dari pilihan tersebut pada ayat selanjutnya; “Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya ” (QS. As-Syams : 8-9).

Dalam mengejar kebahagiaan duniawi pun, kita dihadapkan pada banyak pilihan hidup. “Siapa, di mana dan apa pun kedudukan anda sekarang merupakan hasil dari keputusan yang anda buat di masa lalu anda” itu kata orang bijak  dari beberapa buku motivasi yang saya baca. Anda akan sepakat dengan saya bahwa kita tidak akan mampu menolak hujan yang tiba-tiba turun saat anda di atas motor dalam perjalanan ke kantor, tapi anda bisa memilih untuk tidak basah kuyup dan mungkin jatuh sakit dengan berteduh atau menyiapkan jas hujan dan  membawa  sebelum berangkat. Mudah-mudahan ilustrasi di atas membuat kita lebih mudah memahami hubungan antara takdir dan usaha seperti pada dua ayat berikut :

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu…” (QS. Al Hadiid:22-23).

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS Ar-Ra’d:11

Kalau kita sudah sepenuhnya sadar bahwa keputusan-keputusan yang sudah kita ambil saat memutuskan untuk memilih sekolah, melamar pekerjaan,atau memilih tempat tinggal menentukan keadaan kita sekarang, sudah saatnya kita lebih cermat dan lebih bijak dalam memilih dan menentukan apa pun yang yang ingin kita putuskan dan di saat hasil akhirnya belum sesuai dengan apa yang anda inginkan ingat saja ayat berikut :

 “………………….Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.
(QS. Al-Baqarah : 216)

Iklhas atau tidak, rela atau terpaksa, apa pun yang sudah ditetapkan Allah pasti terjadi, yang penting adalah keikhlasan dan prasangka baik kita akan bahwa apa pun yang sudah ditakdirkan Allah untuk hamba NYA adalah yang terbaik di mata Allah…..mungkin tidak untuk saat ini, tapi hikmah itu akan anda temukan suatu saat nanti.

“…………..Pena (untuk menuliskan segala ketentuan takdir Allah) telah diangkat dan lembaran-lembaran (tempat menuliskannya) telah kering” HR At-Tirmidzi (no. 2516) dan Ahmad (1/293)

Iklan

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s