Sejarah Hallowen dan hukum merayakannya dalam pandangan Agama

Grinning Halloween lantern vector illustration.

Miris juga rasanya melihat tayangan di salah satu televisi swasta tadi siang, muda-mudi kita dengan kostum hantu, drakula, pocong, dan makhluk gaib lainnya ikut-ikutan merayakan tradisi yang awalnya tradisi Jahiliyah, kemudian ber-evolusi jadi hari raya agama tertentu dan kini merupakan perayaan terbesar di Amerika sana dan sudah mewabah ke seluruh dunia termasuk kita di Indonesia, yang (katanya) Negara Muslim terbesar di Dunia.

Bisa jadi mereka memang tidak tahu asal muasal tradisi tersebut, ditambah lagi gencarnya promosi dari media dan pelaku bisnis hiburan yang banyak meraup rupiah dari perayaan ini. Itu juga yang menggelitik saya untuk menulis tulisan ini dari beberapa sumber dan berharap adik-adik saya tidak terlalu gampang tergoda untuk ikut merayakannya.

SEJARAH DAN ASAL USUL HALLOWEEN

Halloween berasal dari Tradisi Jahiliyah Kaum Celtic di Irlandia

Halloween sendiri sebetulnya berasal dari festival Samhain yang merupakan tradisi kaum Celt 2000 tahun lalu yang menghuni satu daerah yang sekarang masuk kedalam wilayah Irlandia, Inggris dan Perancis utara. Perayaan ini dirayakan pada setiap tahun baru mereka, tanggal 1 November yang merupakan akhir musim panen di musin panas dan dimulainya musin dingin yang gelap sering dihubungkan dengan musim kematian.

Kaum Celt percaya bahwa saat memasuki malam tahun baru tersebut merupakan batas antara dunia kita dan dunia arwah. pada tanggal 31 October malam itulah mereka merayakan festival Samhain yang dipercaya merupakan saat hantu dan arwah gentayangan kembali ke bumi. Selain dianggap mengganggu dan merusak hasil panen, Kaum Celt juga percaya bahwa kehadiran makhluk dari dunia lain akan mempermudah pendeta mereka yang disebut Druid untuk meramalkan hal gaib menyangkut masa depan yang mereka anggap penting untuk menghadapi periode musim dingan yang gelap dan panjang.

Mulai diadopsi oleh Gereja

Pada tanggal 3 May 609, Paus Boniface IV mempersembahkan sebuah kuil untuk menghormati para martir kristen. ini merupakan awal dimulainya hari besar untuk menghormati para martir di dunia barat, Penerusnya Paus Gregory III (731-741) mengembangkan festival itu dengan memasukkan juga semua orang suci dan martir dan merubah tanggal ibadahnya menjadi tangga 1 November.

Sejak menyebarnya pengaruh kristen ke daerah Celtic pada abad 9 mulai terjadi terjadinya percampuran budaya dan dan lambat laun menggeser acara2 ritual kaum Celtic. Awal tahun 1000, Gereja mulai menetapkan tanggal 2 November sebagin “All Soul’s Day” untuk menghormati orang-orang yagn sudah meninggal. Gereja juga menggantikan festival arwah kaum Celt dengan perayaan sejenis yang mendapat restu dari gereja.

Perayaan “All Soul’s day” itu dasarnya sama saja dengan festival Samhain yang dirayakan kaum celt, Melibatkan api unggun, Pawai, dan dandanan ala orang suci, setan, dan malaikat. All Soul’s day ini dinamakan juga Alholownesse dari bahasa Inggris abad pertengahan yang berarti ‘All Saint’s day. Sedangkan malam menjelang perayaan dalam kepercayaan Samhain yang dianut kaum Celt disebut All-hallows Eve dan akhirnya jadi Halloween.

Masuk ke Amerika Melalui Para Imigran

Memasuki abad 19, imigran Irlandia berbondong-bongdong memasuki Amerika dan mempopulerkan perayaan ini di negeri barunya. Orang Amerika mulai mengadopsi perayaan ini dari pendatang Irlandia dan Inggris dan berdandan persis seperti kaum celtic dahulu, berkeliling dari pintu ke pintu meminta uang dan makanan, selanjutnya berkembang menjadi tradisi yang banyak diliputi takhayul. Para wanita muda percaya bahwa pada saat Halloween mereka dapat meramalkan nama dan penampilan dari calon suami melaui permainan dengan menggunakan benang, kulit apel dan cermin.

Halloween Sekarang

Menjelang tahun 1920 dan 1930, Hallowen telah menjadi perayaan sekuler yang diikuti seluruh lapisan masyarakat, melibatkan pawai/karnaval,pesta dan lebih banyak menonjolkan unsur hiburan,Sayangnya masih sering terjadi tindakan vandalisme dan kekecauan saat pada tiap perayaannya.

Pada sekitar tahun 1950’an barulah para pejabat kota berhasil mengurangi tindakan vandalisme dengan mengarahkan perayaan Halloween di Sekolah dan rumah-rumah sehingga menjadi lebih tertib. Hinga saat ini sudah menjadi perayaan kedua terbesar di Amerika dan rata-rata menghabiskan 6 Milyar dollar dalam satu tahun.

Hallowin dalam pandangan Agama.

Dalam Pandangan Islam

“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (Hadis shahih riwayat Abu Daud)

“Siapa yang tinggal di negeri kafir, ikut merayakan Nairuz dan Mihrajan (hari raya orang majusi), dan meniru kebiasaan mereka, sampai mati maka dia menjadi orang yang rugi pada hari kiamat.”

Dalam Pandangan Kristen?

”Di antaramu janganlah didapati . . . seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera, ataupun seorang
yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati.”
—Ulangan 18:10, 11, Terjemahan Baru; lihat juga Imamat 19:31; Galatia 5:19-21.

Wallahu’alam bis shawab, semoga bermanfaat.

Iklan

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s