Bongkahan emas di balik batu besar – sebuah dongeng dari negeri Anupura

batubesar

Syahdan, raja Anuadil dari suatu negri yang bernama Anupura sedang mencari penasihat baru untuk negerinya yang sedang berkembang dan menghadapi lebih banyak tantangan.  Sangat jelas, ini merupakan  posisi penting dan hanya bisa dijabat oleh orang dengan kepribadian yang luar biasa. Dia terus berpikir, tidak mau mengulang kejadian dari negeri tetangganya yang bernama Anunesia dimana banyak pejabat pemerintah mulai dari anggota Anupe-er, ketua mahkamah anutitusi, mentri Anuraga sampai Anubernur dan Anupati pun banyak yang kurang amanah.

“Rasanya mencari anggota penasehat kerajaan melalui lembaga Anupe-er seperti di negeri Anunesia cuma akan membuka peluang suap dan korupsi, belum tentu juga bisa menghasilkan pejabat yang amanah dan jujur. Kalau pake semacam pilkada dan pemilukada di negeri tetangga dikhawatirkan cuma membuang buang anggaran disamping mungkin timbulnya money politics. Ini cuma akan melahirkan pemimpin yang akan terus berpikir mengenai cara mengembalikan modal yang dihabiskannya untuk meraih pemilih” ; kira-kira itulah yang terlintas di pikiran raja Anuadil.

Dahi berkerut dan tangan mengusap-ngusap janggutnya, menandakan sang raja sedang berpikir dalam, sampai akhirnya “ahhh, aku punya ide” dengan wajah riang penuh semangat, Raja tua yang bijaksana itu memantapkan rencananya untuk menempatkan batu sebesar pintu rumah di tengah jalan desa yang mengarah ke kerajaannya. Segera setelah batu tersebut diletakkan, dia bersembunyi di lebatnya belukar, tidak terlalu jauh, sehingga dia bisa melihat dan mengamati dengan jelas sikap orang orang yang lewat dan menghadapi rintangan tersebut.

Waktu berlalu,…..beberapa orang terhormat dari warga kerajaannya nampak mendekat untuk melewati jalan tersebut ternyata mereka cuma bisa memaki dan mengeluh tentang keadaan jalan yang dilewatinya sambil berguman satu sama lain “Seharusnya raja bertanggung jawab untuk segera memperbiki jalan ini”, guman seorang berjas hitam berdasi abu-abu. “Iya, gimana sih? sama sekali tidak punya perhatian pada rakyatnya” jawab kawannya. Tak ada seorangpun dari mereka yang berusaha untuk menyingkirkan batu penghalang tersebut. Mereka cuma berlalu begitu saja melewati celah sempit yang tersisa diantara batu besar dan sebuah pohon beringin rindang di sampingnya.

Berikutnya……….. serombongan pedagang kaya juga lewat ditempat tersebut lagi-lagi mereka cuma bisa menggerutu mengeluhkan kondisi jalan yang terhalang sambil menyalahkan pihak kerajaan yang tidak berusaha menyingkirkannya. Orang terhormat, Pedagang Kaya, Tokoh agama dan semua warga terpandang di kerajaannya yang berlalu di tempat tersebut cuma bisa menggerutu, mengeluh dan saling berbisik mempermasalahkan sang raja yang dianggap kurang peka.

Matahari hampir tenggelam namun tak bisa menyembunyikan rona muka sang raja yang terlihat letih dan hampir putus asa saat samar-samar dari kejauhan dia melihat seorang petani muda berjalan memanggul sekarung hasil panen dipundaknya. Tampak terlalu berat untuk tubuhnya yang kecil, tapi mukanya memancarkan semangat dan optimisme. Dia memdekati batu tersebut dan tanpa ragu meletakkan karungnya untuk kemudian berusaha menyingkirkan batu tersebut dari jalanan. Tidak mudah pada awalnya, namun dengan pantang menyerah dan kesungguhan akhirnya dia berhasil juga menyingkirkan batu itu dari jalanan.

Raja Anuadil menjadi luar biasa gembira dan segera memanggil sang petani muda untuk kemudian diperkenalkan kepada para anggota kerajaan dan pejabat lainnya sebagai penasihatnya yang baru. Cara yang sederhana dan murah untuk menemukan orang yang cocok untuk menduduki posisi penting tersebut, Mengapa???.. karena diperlukan pribadi yang tidak mudah mengeluh dalam menghadapi hambatan dan rintangan, Pribadi yang tidak cuma bisa menyalahkan orang lain atas tiap masalah dan hambatan yang merintangi jalannya. Kepribadian orang luar biasa, yang lebih memilih untuk bertindak menyingkirkan hambatan dari pada mengeluh dan lari dari masalah.

Disaat pelantikan sang penasihat baru, Raja Anuadil menyampaikan pidato pendeknya

“Saudaraku, dalam setiap rintangan dan kesulitan hidup, sering tersembunyi kesempatan. Kesulitan hidup dan kegagalan adalah tantangan untuk mempelajari hal-hal baru atau membawa kita ke posisi  yang lebih baik, walaupun imbalannya tidak selalu jelas dan bisa dilihat”

Hari ini, Raja Anuadil dari negri Anupura telah mengajari kita hal yang belum banyak disadari orang lain, kecuali orang orang yang pilihan.

Renungkanlah; Hambatan atau “batu besar” yang menghalangi kehidupan anda sekarang. Bisa jadi “batu besar” itu merupakan “bongkahan emas” yang akan mengantar anda ke posisi yang lebih baik.

Gambar dari garutab.go.id

Iklan

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s