7 (tujuh) hal penting yang harus anda ketahui dalam mendidik anak

parenting-image12Melanjutkan tiga tulisan saya sebelumnya, berikut adalah 7 HAL PENTING yang sangat perlu anda ketahui dan dijadikan acuan dalam usaha anda untuk mendidik anak-anak :

  • Jangan menerapkan hukuman badan

Semua akhli dalam bidang ini mulai dari akademisi, pekerja sosial, psikolog dan dokter anak sepakat bahwa penerapan hukuman badan sangat berbahaya dan tidak efektif. Bagaimanapun kondisinya, hindari penggunaan hukuman badan dalam mendidik anak-anak anda.

  •  Bersikap tenang

Berteriak pada anak anak mungkin berhasil untuk jangka pendek tapi dalam jangka panjang cuma akan menanamkan nilai buruk pada mereka seolah-olah berteriak itu pantas dilakukan saat mereka kehilangan kesabaran. Orang tua harus sedapat mungkin selalu menunjukkan tingkah laku yang dapat diteladani. Sebagai manusia, tidak dapat dihindari kalau sekali-kali orang tua juga bisa kehilangan kontrol dan berteriak tapi usahakan seminim mungkin. Jika tingkah anak sudah sangat menjengkelkan lebih baik diam beberapa saat, ambil napas dan tenangkan diri. Diskusikan dengan pasangan anda cara terbaik untuk menanganinya, terkadang sosok ayah jadi sosok yang bisa menyelesaikan masalah.

  • Beri Pujian pada anak anda.

Bahkan saat berusaha menegur kekurangan mereka, Beri penekanan pada hal-hal positif yang mereka miliki dan ingatkan mereka untuk melakukan hal serupa pada masalah yang sedang anda hadapi. Selalu Ingatkan diri anda untuk selalu menghargai dan mendorong tingkah baik mereka. Jika anda terlalu fokus pada tingkah buruknya dan melupakan pujian pada sisi positif yang mereka miliki, anak-anak akan berpikir bahwa satu-satunya cara untuk mendapat perhatian adalah dengan menunjukkan tingkah yang meyebalkan.

Belajarlah untuk membedakan sikap yang benar-benar buruk atau cuma ‘ngambek’ guna memancing perhatian. Terkadang anak ‘ngambek’ cuma karena mereka sedang capek dan butuh perhatian lebih. Pada situasi seperti ini jauh lebih baik untuk memberikan pelukan dari pada mencoba mempermasalahkan sikap buruk yang mereka tunjukkan. sisihkan waktu anda untuk mereka sehingga anak-anak tidak selalu mengambil jalan pintas dengan bertingkah menyebalkan sekedar untuk meminta perhatian orang tua.

  • Perlakukan anak dengan respek

Sangat penting untuk mendengarkan alasan kenapa anak-anak tidak menuruti apa yang anda katakan. Anda bisa memutuskan apakah alasan mereka masuk akal atau sekedar dibuat-buat. Pahami sepenuhnya bahwa apa yang dianggap penting buat anak-anak tidak selalu sama pentingnya di mata orang dewasa. Tidak perlu terlalu mengharap mereka jadi “orang dewasa kecil” tapi lebih penting lagi untuk  jadi anak yang baik. Ini akan memberikan kesempatan berharga bagi anak untuk belajar dari peristiwa-peristiwa keseharian yang mereka alami. Dengan memperlakukan mereka dengan respek lebih besar kemungkinan mereka juga akan memperlakukan orang tuanya atau orang lain dengan sikap yang sama.

  • Meluangkan waktu bersama anak-anak.

Tak kena maka tak sayang. anda cuma bisa mengenal anak anda dengan baik jika sering meluangkan waktu bersama mereka, Dengan cara ini orang tua akan tahu hal-hal yang dibalik peristiwa yang memicu perselisihan. Banyak bukti menunjukkan bahwa hubungan yang terbina baik antara orang tua dan anak akan sangat berpengaruh pada perkembangan pendidikan dan kejiwaannya di masa depan.

  • Tetap konsisten Pada Peraturan

Konsistensi sangat diperlukan dalam aturan yang sudah diterapkan pada anak-anak, termasuk jika sudah berkomitmen untuk menerapkan aturan ‘hadiah dan hukuman’ pada setiap perilaku mereka. Kecuali kalau anda tidak berkeberatan untuk dicap sebagai orang tua yang plin-plan

  • Berhati- hatilah dengan kata-kata anda

Orang dewasa biasanya sudah sangat terbiasa dengan kosa-kata yang kurang pantas, kata-kata seperti ‘Bodoh, blo’on atau dungu’ mungkin masih dapat diterima dan kadang malah dianggap sebagai lelucon lucu selama kita menyampaikannya dalam situasi yang tepat, tapi anak-anak akan lebih sulit menerima kata-kata seperti seperti itu dalam interaksi kita dengan mereka. Sangat penting untuk memberikan teguran pada perilaku mereka dan sedapat mungkin menghindarkan penggunaan kata-kata yang menyerang pribadi. Proses pembentukan rasa percaya diri terbentuk sejak masa kanak-kanak sehingga setiap ucapan negatif yang menyerang pribadi mereka akan berkembang jadi masalah yang lebih serius saat mereka dewasa nanti.

Contoh teguran dalam keseharian yang bisa anda gunakan.

Saat anak-anak mencoret-coret dinding rumah
Dari pada mengatakan “Kamu kok bodoh dan nakal banget sih” , akan jauh lebih bijak kalau anda menegurnya dengan mengatakan “Corat-coret di dinding itu tidak baik lho nak, sini ibu temani menggambar di buku gambar”.

Saat anak anda menunjukkan perilaku yang tidak pantas
” Kelakuan kamu itu tidak cocok untuk anak seusia kamu”
” Itu kan perbuatan anak-anak usia 2 tahun, kamu sekarang sudah tiga tahun lho…”
hindari mengatakan  “kamu ini kekanak-kanakan amat sih!!!!”

Saat anak-anak mengatakan hal yang tidak pantas
Hindari mengatakan mereka bodoh, tolol atau “Ibu benci kamu” gunakan kalimat-kalimat seperti ini :
” Ibu tidak suka kamu berbicara seperti itu” atau
” Kamu kan anak cerdas. Anak cerdas tidak pantas berbicara seperti itu.

Sebagai penutup, harap diingat bahwa anak-anak adalah peniru yang baik. Selalu hindari penggunaan kata-kata kasar, menyinggung dan menghina, kecuali kalau memang anda menginginkan mereka meniru cara anda setelah mereka besar nanti.

TULISAN TERKAIT LAINNYA :

Berkomunikasi dengan Anak (bag 3)
Berkomunikasi dengan Anak (bag 2)
Berbicara pada Anak (bag 1)

Picture credit to mainstreetcounsellinggroup.com

Iklan

2 pemikiran pada “7 (tujuh) hal penting yang harus anda ketahui dalam mendidik anak

  1. Ping balik: Mendidik Anak : Belajar dari Pintu yang Retak | BePlus Blog

  2. Ping balik: BePlus Blog | 10 Tips menangani anak pemarah dan sukar diatur.

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s