Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu

Dog-Barking copy

Inilah empat cara efektif untuk berhenti mencemaskan anggapan negatif orang lain

Anjing menggonggong, Kafilah tetap berlalu”, rasanya peribahasa itu begitu sering kita dengar, bahkan sejak kita duduk di SD dulu.

Sayangnya tidak mudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.  Saat anjing menggonggong, kita selalu tergoda untuk berhenti sejenak-mengambil batu-kemudian melempar anjing tersebut.

Itu juga yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Langkah maju kita sering terhenti cuma karena kita khawatir akan reaksi negatif orang lain walaupun kita yakin sudah melakukan hal yang baik dan tidak mengganggu kenyamanan orang lain.

Satu hal yang bisa memperlambat langkah maju kita menggapai kesuksesan hidup, adalah sikap selalu Mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang, terhadap usaha dan tindakan-tindakan kita. Masa sih … setiap anjing mengggongong kita harus berhenti. Menoleh ke belakang, lalu mengambil batu untuk mengusirnya. Padahal, Jika kita menghabiskan waktu untuk mencari tahu apakah orang menyukai kita atau tidak, kita akan kehilangan kesempatan menikmati hidup.

Lebih parah lagi, akan semakin jauh dari dari cita-cita dan impian yang ingin kita wujudkan. Semata disibukan dengan segala cara untuk terlihat hebat di mata orang lain.

Sebetulnya cara yang paling ampuh untuk menghilangkan perasaan ini adalah, melakukan segala sesuatunya dengan ikhlas karena Allah semata. Sayangnya ikhlas tetap menjadi suatu hal yang  mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan, meskipun sudah begitu banyak hikmah islami, kitab ditulis dan tinta dihabiskan. Tidak mengherankan jika kita masih sering mendengar ucapan; “Saya ikhlas lo ikut kerja bakti, asal nanti diijinkan gak ikut siskamling ya…..” atau “Saya ikhlas lho nyumbang untuk perpustakaan sekolah, tapi tolong ya … anak saya dibantu nilainya” lha, katanya ikhlas, kok masih pake embel-embel mas…

Jika anda termasuk orang yang sering cemas dan khawatir memikirkan pendapat orang tentang anda, silahkan lanjutkan membaca.

<p align="justify"
Barena bacaan berikutnya akan memberikan 4 cara yang bisa anda tempuh untuk melepaskan diri dari perangkap tersebut.

1. Doronglah orang lain untuk maju.

Saat kita berusaha memberikan motivasi  orang lain untuk maju, fokus kita tidak akan lagi terpusat pada pandangan orang lain. Kita akan lebih disibukan dengan berbagai upaya untuk memberikan inspirasi dan motivasi untuk melakukan hal positif. Dengan mengangkat dan menyemangati orang lain, secara tidak langsung akan membuat kita merasa lebih baik dan tidak larut dalam rasa cemas menanggapi pendapat dan penilaian orang lain tentang kita.

2. Melakukan hal-hal yang menyenangkan.

Hal lain yang yang berguna untuk menghilangkan kekhawatiran akan pendapat orang adalah dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan. Ini bukan cuma baik untuk melupakan anggapan orang tentang kita tapi lebih jauh bisa melupakan kesulitan hidup yang lainnya.

Melakukan hal yang menyenangkan, akan sanggup melepaskan stres, cemas dan memberikan kesempatan untuk menyegarkan pikiran, sehingga bisa bekerja lebih baik yang berdampak pada kesehatan tubuh. Ketika kita mulai berhenti mencemaskan reaksi negatif orang lain,  kita akan merasakan luapan energi yang untuk segera menyelesaikan tugas-tugas yang tertunda.

3. Pahamilah ketidak sempurnaan dunia.

Pahamilah bahwa sepenuhnya kesempurnaan itu hanya milik Allah. Kehidupan orang lain yang tampaknya begitu sempurna di mata anda tidak demikian adanya. Setiap orang harus terus-menerus belajar, bekerja dan melakukan banyak hal untuk tumbuh dan terus berkembang guna mencapai posisi yang diinginkannya.

4. Bersyukur atas Segala yang kita miliki.

Yang tidak kalah pentingnya adalah mensyukuri apa yang sudah kita miliki dan selalu berusaha melihat segala kebaikan pada takdir Allah. Ingatlah betapa uniknya anda, berapa banyak berkah yang anda peroleh dibandingkan dengan musibah yang menimpa anda.

Jadikan hari ini sebagai awal yang baik untuk mulai menyemangati dan membesarkan hati keluarga, orang-orang terdekat dan lingkungan sekitar anda. Nikmati hidup dan bersyukurlah atas semua yang sudah kita miliki.

Sekali lagi, tidak perlu terganggu dengan anjing yang menggonggong. Apalagi sampai ikut menggongong. Jalan terus dan fokus pada impian anda.

Iklan

Satu pemikiran pada “Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu

  1. Ping balik: Ada Apa dengan WordPress Statistics | BePlus Blog

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s