Memandang kegagalan dengan positif

failure-coachingconfidence-co-ukBanyak dari kita yang memandang kegagalan sebagai suatu hal yang memalukan, padahal akan lebih malu lagi kalau kita cuma duduk terdiam tanpa melakukan apapun. Seharusnya kita memandang sukses dan kegagalan itu sebagai satu paket lho. Tak ada dingin tanpa panas, tak ada hujan tanpa kemarau tak ada siang tanpa diawali malam. Jadi sangat diperlukan sikap positif dalam menyikapi kegagalan

Kegagalan itu seperti bumbu yang sangat diperlukan untuk mencapai kesuksesan. Mana bisa anda membuat semangkok sup ayam nikmat tanpa bumbu, atau segelas teh manis tanpa gula. Sukses dan gagal itu cuma beda tipis. Anda pernah gagal, tapi orang sukses sudah lebih banyak mengalami kegagalan dan kemudian bangkit lagi untuk belajar, melakukan evaluasi, mengukur dan menghitung ulang sebelum melepaskan lagi anak panahnya ke papan sasaran yang bernama ‘Sukses’.  Yang penting adalah sikap anda untuk memandang kegagalan dengan positip. Intinya kegagalan adalah proses pembelajaran menuju sukses. 

Kita jadi begitu mudah mengasihani diri sendiri dan menyerah untuk kemudian melupakan impian-impian kita,  karena ‘diracuni’ oleh media atau sebaya kita yang sudah lebih dulu gagal dengan mengatakan ‘gak usah mimpi masuk PTN deh lo, gua juga sudah mencoba tapi gagal’ atau ‘Gile lo, yang realistis aja lha”. Bayangkan, berapa banyak kemudahan yang tidak bisa kita nikmati sekarang kalau Wright Brother mengikuti saran temannya yang pesimis saat menciptakan pesawat pertamanya atau Jika Thomas edison menanggapi ejekan sinis sebayanya saat gagal-berulang ulang dalam usahanya untuk menciptakan bola lampu, gak akan ada tuh ungkapan Pak SBY yang populer “Semua sudah terang benderang”  

Kegagalan memang sering menimbulkan keraguan untuk memulai usaha baru, tapi jika anda menghabiskan waktu anda menghindari kegagalan sama saja dengan diam di tempat tidak berusaha untuk tumbuh dan berkembang. Kegagalan merupakan suatu proses eliminasi, dimana anda harus terus bertindak mengejar impian, menyesuaikan, menghitung ulang dan membuat perubahan yang diperlukan dari kegagalan-kegagalan anda dan memulai usaha lagi untuk  mewujudkan impian anda.

Kalau tulisan saya belum cukup menggugah dan anda masih memutuskan untuk menyerah, plissssssssss deh, sisakan waktu dua menit lagi untuk membaca cerita berikut :

Orang besar ini, begitu banyak mengalami kegagalan dan kesialan sepanjang hidupnya, tapi dia terus mencoba dan akhirnya sukses.

o 1831 – ia mengalami kebangkrutan dalam usahanya.

c 1832 – ia menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal.

o 1833 – ia kembali menderita kebangkrutan.

o 1835 – istrinya yang sangat dicintai dan mendukungnya meninggal dunia.

o 1836 – ia menderita tekanan mental sedemikian rupa, sehingga hampir saja masuk rumah sakit jiwa

o 1837 – ia menderita kekalahan dalam suatu kontes pidato.

o 1840 – ia gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat

o 1842 – ia menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres Amerika Serikat.

o 1848 – ia kalah lagi di konggres Amerika Serikat,

o 1855 – ia gagal lagi di senat Amerika Serikat,

o 1856 – ia kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden Amerika Serikat.

o 1858 – ia kalah lagi di senat Amerika Serikat.

0 1860 – ia akhirnya menjadi presiden Amerika Serikat.

Siapakah dia? ……Namanya ialah Abraham Lincoln, Presiden Amerika ke 16. Kalau orang lain yang mengalami demikian banyak  kegagalan mungkin ia sudah mundur secara teratur. Tetapi Lincoln maju terus, kata mundur sama sekali tidak ada di otaknya .Akibatnya ia kemudian mencapai suatu sukses yang luar biasa.

Mulai sekarang, mari mulai memandang kegagalan dengan positif  sebagai proses pembelajaran dan pengembangan diri untuk mencapai keberhasilan. Kita diciptakan sebagai khalifah di bumi Allah yang indah ini dan dikaruniai berbagai keistimewaan melebihi makhluk-makluk lainnya. Tidak layak rasanya untuk menyia-nyiakan karunia tersebut dengan menyerah pada kegagalan atau lebih buruk lagi ikut meracuni sahabat-sahabat kita dengan memberikan komentar negatifatas kegagalannya.

Picture credit to http://www.coachingconfidence.co.uk

Iklan

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s