Pengkhianatan Cinta di Dunia Maya

Adakah Pengkhinatan Cinta dalam dunia maya

409617_387813567952533_689519371_nPengkhianatan cinta  di dunia maya meskipun sekilas nampak tidak berbahaya, tapi sudah begitu banyak menorehkan luka dan derita berkepanjangan seperti layaknya yang terjadi dalam kehidupan nyata. walaupun Pengertian ‘pengkhianatan’ ini masih jadi bahan perdebatan anatara pihak yang bersikeras mengatakan penghianatan cinta hanya bisa terjadi dalam hubungan di dunia nyata di satu pihak, dengan pihak lain yang berpendapat penipuan emosional juga bisa terjadi di dunia maya tanpa melibatkan hubungan pisik. 

Lebih jauh, jalinan asmara yang awalnya cuma sekedar iseng  telah melahirkan banyaknya kasus penipuan yang membawa korban.  Laporan Komisi Perlindungan Anak yang dirilis tahun 2010 yang dikutip bbc-indonesia  menyebutkan bahwa mereka telah menerima sedikitnya 100 laporan anak hilang yang diduga akibat aktivitas pada jaringan pertemanan di situs jejaring sosial. “Sebanyak 21 kasus penjualan seksual komersial melalui Facebook terjadi di Surabaya, Sedangkan 11 kasus lainnya ada di Jakarta juga menggunakan Facebook. Anak-anak berusia 14 tahun dan 15 tahun dijadikan pelampiasan kebutuhan biologis orang,” ujar Aris Merdeka Sirait – Sekjen KPAI.

Korban Asmara Dunia Maya

Sebuah riset yang dilakukan situs jejaring sosial Yahoo di Indonesia melaporkan pengguna terbesar internet di Indonesia adalah remaja berusia 15-19 tahun yakni sebesar 64%. Sementara itu Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet menyebutkan, tahun lalu pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 25 juta, dimana pertumbuhannya setiap tahun rata-rata 25%. Pesatnya perkembangan internet di indonesia yang diikuti dengan menjamurya media sosial dan fasilitas chating harus lebih disikapi dengan lebih hati-hati mengingat dampak negatip yang mungkin timbul dari hubungan instan di dunia maya atau lebih mudahnya kita sebut saja Asmara-maya yang sama sekali tidak ada hubungan keluarga dengan artis Luna Maya…hehe

Banyak orang yang menganggap jalinan asmara di dunia maya ini sebagai salah satu bentuk pelarian dari kehidupan asmara di dunia nyata yang terkadang kurang harmonis, membosankan dan terlalu banyak tuntutan. Disisi lain ‘asmara maya’ ini telah menimbulkan begitu banyak korban, karena internet memungkinkan orang memainkan peran sebagai siapapun yang dia mau. sedikit sentuhan photoshop bisa membuat seseorang tampil seganteng bintang korea yang sedang jadi idola ditambah lagi dengan bumbu-bumbu rayuan ‘raja gombal’ yang bisa dengan mudahnya dikutip dari internet membuat banyak remaja putri limbung melambung sampai linglung akhirnya meraung-raung.

Dari Jempol turun ke hati

Karena masih kuatnya anggapan pacaran di dunia maya ini sebagai salah satu aktivitas yang tidak membahayakan bagi kedua belah pihak, banyak sekali remaja yang awalnya sekedar iseng membina hubungan ‘antar jempol’ akhirnya terlibat jauh sampai masuk tertanduk menyeruduk ke dalam hati. Padahal hati itu bukan lapangan bola lho…… tidak bisa dijadikan tempat bermain seperti halnya permainan sepak bola, kalau sudah terkena tendangan dahsyat seperti jagoan timnas 19 kita Evan Dimas dan ‘Jepreeeeeeeeeeetttt goaaaaaaaaaallllllll’ akan susah sekali membalikkkan keadaan. Lebih parah lagi kalau teman-teman disekitar kita bukannya ikut prihatin, malah berteriak kegirangan seperti supporter timnas. Ahai….yang lebih parah lagi, hubungan yang biasanya diawali dengan sapaan ‘hai’ yang aduhai ditambah rayuan alay laksana badai banyak membuat remaja putri jadi terbuai dan akhirnya lunglai terkulai.

Meskipun masih dianggap tidak membahayakan, hubungan iseng-iseng yang dibina melalui internet yang berawal dari permintaan pertemanan, saling like ‘status update’ meningkat ke tukar-tukaran photo,ditambah rayuan gombalisasi akibat globalisasi yang dipasang di ‘dinding’ sosial media sampai sampai akhirnya menghabiskan waktu bersama berjam-jam di internet akan menyebabkan kedekatan emosi dan bisa sangat menyakitkan ketika salah satu pihak tiba tiba diabaikan karena mungking pasangannya sudah menemukan pasangan lain yang dianggap lebih menyenangkan.

Bersikap Dewasa dan Hati-hati

Sebagai makhluk sosial pada hakekatnya kita memang membutuhkan interaksi dengan orang lain sebagi sarana untuk bertukar pikiran, diskusi dalam berbagai hal bahkan curhat. internet bisa jadi salah satu sarana yang baik untuk belajar berinteraksi,menbina pertemanan, memperluas jaringan dan meningkat kan rasa percaya diri. Asmara-maya juga tidak selamanya dipandang jelek,Bahkan banyak pasangan yang menemukan jodohnya lewat internet dan berakhir bahagia sampai kakek-nenek. Yang kita perlukan adalah kedewasaan dan kehati-hatian dalam menggunakannya agar tidak timbul penyesalan di kemudian hari.

Iklan

3 pemikiran pada “Pengkhianatan Cinta di Dunia Maya

  1. Ping balik: BePlus Blog | Kencan panas mertua dan menantu berawal dari Internet.

  2. mungkin bukan penghianatan cinta tahapnya, tapi cuma konspirasi hati.
    kalau faktanya cinta kadang datang tanpadiundang dan pergi sebelum diusir

    Suka

    • Betul banget njar, yang nulis kayaknya sdh ketularan infotaintment diekspose dan dibumbui biar sedaaaaaaaap menggundang pembaca. thanks ya sdh mampir.

      Suka

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s