Berkomunikasi dengan anak-Anak (Bag.3)

family5.21394200_std

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari dua tulisan saya sebelumnya mengenai topik yang sama yaitu Berbicara pada anak dan Berkomunikasi dengan anak (bag 2) yang merupakan serial tulisan mengenai metode pendidikan anak. Sekedar mengingatkan anda pada tulisan awal saya sudah menjelaskan mengenai metode yang umum ditempuh orang tua untuk berkomunikasi dengan anak-anak berikut kajian mengenai segi positip dan negatipnya  dilengkapi sedikit contoh untuk diaplikasikan.

Tulisan bagian ke 3 (tiga ini) membahas dua pendekatan lainnya yaitu PENDEKATAN LOGIS, PENGGUNAAN KEKUASAAN/PAKSAAN dan MENGUNGKIT KEBAIKAN UNTUK MENDAPAT BALAS BUDI dari anak-anak 

PENDEKATAN LOGIS

Yang pertama harus dipahami adalah tidak setiap anak atau situasi dapat ditangani dengan pendekatan logis, anak yang lebih kecil dan cenderung sedang sangat kecewa tidak akan cocok dengan pendekatan seperti ini, namun usahakan untuk menggunakan pendekatan logis and argumen yang masuk akal dengan anak anda karena walau bagaimanapun akan lebih murah dan tidak terlalu melelahkan dari pada menggunakan bujukan, ancaman atau hadiah. Yang paling penting,  pendekatan logis akan memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar mengambil keputusan yang kelak akan berguna buat masa depan mereka sendiri.

Sedapat mungkin gunakan argumen yang cocok dengan cara pandang mereka. mungkin tidak akan cocok menjelaskan kepada anak usia tujuh tahun agar belajar supaya diterima di universitas ternama, lain halnya kalau hal tersebut disampaikan kepada anak SMA yang memang bercita-cita untuk masuk universitas favorit.

Jangan ber-asumsi alasan yang menurut anda persuasip akan selalu bisa membujuk anak anda. Mungkin anda berpikir dengan mengatakan “Kamu akan kedinginan dengan pakaian itu” adalah argumen yang akan berhasil, padahal buat anak-anak kasusnya tidak akan seperti itu. Demikian juga dengan alasan anak; “Teman-teman saya juga pake baju begini mamah” terdengar seperti alasan yang bodoh bagi orang tua tapi alasan itu merupakan alasan yang sangat masuk akal buat anak-anak. Disinilah peran orang tua dituntut untuk bisa mendengarkan pendapat anak-anak dan memberikan alasan logis dengan cara yang tepat.

Dengan menanyakan alasan lebih lanjut seperti; “Mengapa kamu pikir itu baik???” dan menggunakan jawaban anak sebagai umpan balik akan memperbesar kemungkinan argumen logis kita untuk bisa diterima oleh anak anak. Dengan demikian kita bisa mengetahui alasan anak dibalik keinginan-keinginannya.

MENGGUNAKAN KEKUASAAN DAN PAKSAAN

Cara ini bukan cara yang baik dan jarang berhasil terutama pada anak-anak yang sudah cukup besar, bahkan dapat dikatakan sebagai cara yang tidak mendidik karena cenderung menanamkan nilai buruk; jika jika seseorang lebih kuat dari orang lain maka dia bisa memaksakan kehendaknya kepada orang lain secara paksa.Dengan cara menceramahi anak mengenai kebaikan yang sudah kita lakukan buat dia, walaupun dalam beberapa kasus mungkin bisa berhasil, tapi dalam jangka panjang cuma akan  semakin menjauhan anak dari orang tuanya. Akan jauh lebih efektif untuk meyakinkan anak anda untuk melakukan tugasnya buat  kebaikan masa depannya sendiri.

Hanya dalam situasi yang sangat memaksa dan untuk kebaikan si anak sendiri, semisal sang anak menolak untuk pergi ke Dokter dan anak anda tetap ‘ngumpet di kamarnya  anda bisa menariknya ke mobil dan membawanya ke Dokter. Yang penting anda harus lakukan setelah itu adalah memberikan penjelasan kepada anak kenapa anda harus melakukan itu.

MENGUNGKIT JASA-JASA KITA DAN BERHARAP IMBAL BALIK

Hal ini juga sudah sangat umum dilakukan para orang tua. Kita orang tua terkadang merasa sudah banyak melakukan pengorbanan buat anak-anak dan merasa anak-anak tidak cukup berterima kasih dengan mengikuti keinginan kita. Apa yang tak pernah terpikir oleh kita adalah keterbatasan nalar anak anak kecil kita yang belum sampai pada tingkat pemikiran seperti itu.

Bisa dikatakan ini juga sebagai suatu cara yang kurang efektif. Hubungan orang tua – anak yang dibangun atas dasar pamrih dan hutang budi anak pada orang tua selayaknya bukan hubungan yang baik dalam jangka panjang. Memberitahu anak anda betapa lebih beruntungnya mereka dibanding anak lain bisa sekali kali dilakukan untuk mengajarkan mereka bersyukur, tetapi mengungkit semua hal baik yang telah kita lakukan buat mereka bukanlah hal yang bijaksana.

Bagaimanapun juga kita tidak ingin mereka tumbuh besar dan suatu hari mereka mengatakan “lha…memang siapa yang minta aku dilahirkan?????”. Sekali lagi, mengungkit-ungkit apa yang sudah kita lakukan buat mereka cuma akan menciptakan kekesalan dan sikap tidak peduli pada anak-anak dan sekalipun anak mau melakukan apa yang kita minta atas dasar balas budi/Imbal balik bukan merupakan landasan dari sebuah hubungan yang sehat.

Bayangkan saja, semisal anak anda merengek minta dibelikan mainan yang sama saat anda ke toko mainan untuk membeli hadiah ulang tahun bagi temannya; kadang ada orang tua yang tergoda dengan mengatakan “Kamu tahu nggak betapa banyaknya hal yang sudah ibu berikan untuk kamu dan masih saja kamu merengek, kamu tahu gak kalau kamu itu sudah sangat beruntung”. Apa yang anda sampaikan itu mungkin ada benarnya, tapi pada situasi seperti ini tidak akan berhasil.

Pada situasi seperti ini akan jauh lebih tepat kalau anda mengatakan : “Oh..Ibu tahu, jadi mainan itu yang kamu inginkan, lain kali kalau kita ke toko mainan lagi, ibu akan belikan kamu yang terbaik, tapi hari ini belum giliran kamu, kalau kamu tidak rewel kami akan mempertimbangkan untuk membelikan kamu mainan
baru segera.”

bersambung………………

Tulisan sejenis :
Berbicara pada anak anda.
Bekomunikasi dengan anak anda (bag.2)

Picture credit to alternativescenter.com

Iklan

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s