Aksi terakhir sang preman medan.

Ini masih lanjutan cerita tulisan terdahulu tentang kawan kita si preman medan-bah yang suka bikin onar di cafe dangdut di pinggiran jakarta

Suatu malam sekitar jam 10.OO seorang laki-laki setengah baya tampak murung dan cuman duduk di pojokan Bar-tender sambil terus memandangi minumannya yang tetap utuh. Sudah, hampir setengah jam dia tetap diam termenung dengan tatapan kosong tanpa menyentuh minumannya.

sesaaat kemudian sang preman pembuat onar melangkah masuk dan duduk disebelahnya, mengambil gelas minum sang bapak yang malang dan menghabiskan isinya dalam sekali tegukan.

Diluar dugaan si Bapak mulai menangis sesenggukan, “Hadah, kayak bocah kecil aja loe, gua kan cuma becanda. Sini gua beliin lagi minuman yang baru, walaupun gua reman (preman maksudnya), gua gak pernah tega liat orang tua nangis” kata sang preman 


“Bukan itu masalahya bang, gua lagi apes banget hari ini, Pagi ini untuk ketiga kalinya gua telat ke kantor, akibatnya gua dipecat. Waktu gua mau pulang, mobil gua hilang di parkiran, Gua pulang naik taksi dan baru sadar kalau dompet dan semua kartu kredit tertingggal di taksi”
sang bapak masih melanjutkan ceritanya :


“Puncaknya, saat gua nyampe rumah, gua lihat istri dan si mamang tukang kebun gua lagi selingkuh. akhirnya gua kabur dari rumah and datang ke cafe ini. Tololnya lagi saat gua berpikir mau bunuh diri, loe nongol dan merebut minuman gua yang gua sdh campur racun tikus tadi”

Iklan

Satu pemikiran pada “Aksi terakhir sang preman medan.

  1. Ping balik: Tambal ban “Franchise” ala Simamora | BePlus Blog

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s