Segalon Galau.

picture credit to kutembak.com

picture credit to kutembak.com

Saat memandang keluar jendela dan melihat kolam ikan yang berapa bulan ini kagak terurus, saya jadi bisa belajar satu hal lagi. ternyata inti dari kehidupan ini adalah bergerak, air kolam yang tidak mengalir dengan segera menjadi keruh, berlumut dan menebarkan bau bahkan tidak lagi jadi tempat yang ideal bagi kehidupan penghuninya.

Saat anda menaiki sepeda dan berhenti bergerak dengan segera anda akan terjatuh. lebih parah lagi ketika anda berhenti menggerakkan kaki dan tangan anda saat anda berenang, dalam hitungan detik anda akan segera tenggelam ditelan arus. seperti itulah kehidupan kita manusia, harus senantiasa aktif bergerak dan terus bekerja supaya tidak hanyut dan tenggelam dalam gelombang kehidupan,terlebih ditengah arus globalisasi dan dunia yang makin kompetitif sekarang.

Sepertinya makhluk Allah yang lain tahu betul apa yang difirmankan Allah dalam kalamnya yang yang suci : “Apabila kamu kosong (selesai dari suatu urusan), kerjakanlah (urusan lain dengan) sungguh-sungguh” (QS : 94:7). Lihatlah bagaimana bumi terus bergerak pada porosnya, matahari, bulan dan jutaan benda langit yang belum kita ketahui terus bergerak untuk menjaga kelangsungan planet yang kita huni ini. Angin terus berhembus, laut terus bergerak, bahkan saat kita tertidur pulaspun jantung kita terus “bekerja” untuk menjaga kelangsungan hidup kita.

“Time is money” adalah ungkapan yang begitu populer dan bahkan sering diucapkan oleh tetanggga saya yang baru kelas empat SD sekalipun, tapi berapa banyak sih dari kita yang sadar kalau “waktu juga adalah pedang” yang bisa membunuh kita pelan-pelan. Saat anda memiliki waktu luang yang tidak digunakan dengan baik untuk melakukan aktivitas aktifitas yang berguna, bersiaplah menyambut datangnya penyesalan, kecemasan, dan kegelisahan, karena terdiam tanpa aktivitas meyebabkan pikiran kosong seperti ruangan kosong yang bisa diisi apa saja.

Penyesalan saat mengingat kesalahan dan kegagalan masa lalu anda, kesedihan ketika mengingat orang-orang terdekat yang meninggalkan anda dan kecemasan saat mengkhawatirkan masa depan yang belum pasti.Tubuh yang diam tanpa aktivitas menyebabkan pikiran kita kosong dan mengembara jauh ke masa lalu yang sudah lewat dan masa depan yang belum pasti, terus bergerak seperti kursi goyang tapi tidak membawa kita kemanapun, akan lebih baik jika anda bisa mengisinya dengan kegiatan yang berbunya seperti kursus-online atau belajar internet-marketing.

Mungkin berlebihan kalau saya mengatakan kita sudah terjebak ikut-ikutan dalam “generasi galau”, seakan membenarkan pameo “kalau gak galau, gak gaul”.Tapi itulah yang kita lihat sekarang, penganggur yang galau kerena belum memiliki pekerjaan, karyawan yang galau karena gajinya kurang, Jomblo yang galau karena belum punya pacar, yang punya pacar galau karena pacarnya selingkuh, pasangan yang galau karena belum punya anak, yang punya anak galau karena anaknya bandel, pemilik motor yang galau karena “pengen” punya mobil, pemilik mobil yang galau karena terus-menerus terjebak kemacetan Jakarta………..duh panjang amat lingkaran galaunya.

Sebelum segalon galau “nyelonong” dalam kehidupan kita, yuk kita ingat lagi apa yang disabdakan Rasulullah SAW “Dua nikmat yang paling sering dilalaikan manusia adalah kesehatan dan waktu luang”. Semoga kita bisa lebih pandai mensyukurii dan menggunakannya dengan lebih baik.

Mari………………..

Iklan

3 pemikiran pada “Segalon Galau.

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s