Gombalisasi akibat globalisasi.

gombal-warningMasih ingat maraknya rayuan si raja gombal beberapa tahun lalu?, Jenis rayuan gaya Andre Taulani OVJ itu begitu cepat menyebar di sosial media,terpajang di status tweeter, whatsapp, dinding muka buku (facebook..hehe) dan sebagian terpajang di hati para wanita yang memang menyukai pujian dan rayuan seperti ini.

Rayuan atau dalam bahasa yang lebih halus mungkin pujian memang sudah jadi kebutuhan manusia, apalagi kultur kehidupan modern yang serba cepat dan kompetitif ini membuat kita jadi lebih banyak terjebak dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan jasmani dari pada rohani pasangan atau orang-orang dalam lingkaran kehidupan kita, gak salah kalau mother theresa pernah berucap “lebih banyak orang mati karena lapar kasih sayang, dari pada mati karena kelaparan roti (Makanan)”

Kalau kita jeli mencermati kejadian-kejadian di masmedia, sudah demikian banyak korban berjatuhan korban terutama gadis-gadis remaja yang dilarikan lelaki yang sama-sekali belum dikenalnya, cuma terbujuk janji-janji, rayuan gombal
dari laki-laki yang cuma dikenalya lewat facebook.

Faktanya, dari jaman nabi Adam hingga Adam malik sampai Brian Adam dilanjutkan dengan jamannya mas Adam suami mbak Inul, memang selalu wanita yang jadi korban. tidak melulu yang harus disalahkan wanitanya juga, sejatinya wanita memang diciptakan sebagai “makhluk emosi” karena tugasnya sebagi pendamping anak-anak untuk melengkapi sang ayah yang lebih sering mengedepankan rasionya dalam menghadapi dan menyelesaikan suatu permasalahan.

Posisi ini menjadikan wanita mudah jebol pertahanannya saat saat menerima kata-kata manis, pujian dan rayuan dari seseorang. Meminjam bahasanya Vicky Prasetyo – “saat-saat hatinya terkontaminasi dengan pujian yang terharmonisasi dengan rayuan maka, jepreettt… terjadilah campursari emosi yang menyebabkan erosi rasionalisasi dalam dirinya.”

Tidak terlalu mengherankan rasanya mendengar apa yang menimpa beberapa orang penyanyi dangdut kita yang begitu mudah terbuai oleh gaya rayuannya mas vicky, walau akhirnya sadar dan kembali dari tidur sesaatnya setelah efek hipnotis rayuan tersebut hilang. Kenapa dikatakan efek hipnotis atau hypnosis bahasa benernya; karena seperti itulah efek rayuan bekerja pada pikiran manusia; mengejutkan, hingga terbengong senang beberapa saat dan menyebabkan
kita kehilangan alam sadar untuk sementara.

Tepat seperti apa yang disampaikan oleh master gombalis kita mas Vicky prasetyo “jangan pahami tweet ku dengan logika, ini suara hati yang termaknai popularisasi antiaroganisme kompulsif semikonduktorial”

 

Karena ini bukan tulisan serius apalagi ilmiah, dibawah saya kutipkan gaya-gaya rayuan dari mas vicky yang lagi ngetop markotop akhir-akhir ini:


” Saya memang pengusaha. usaha saya adalah berusaha mendapatkan hati zaskia kembali”

    “Vietnam mencoba membangun serangan ke indonesia, mengapa kamu menolak ketika aku mengajak membangun bahtera rumah “
    “Jangan samakan aku dengan gelandang indonesia itu, dia doyan mengecoh lawannya. saya akan selalu jujur padamu.”
    “apakah rasa percaya mu pada saya sebesar rasa percaya bangsa ini kepada kiper indonesia malam ini? “
    “Lemparan kedalam untuk vietnam, tak sedalam rindu yang menuai kehandalan akan kemasan rindu kasih menyatu “
    “aku ingin menjadi cassanmu yang mengisi energi hatimu. ingin menjadi pulsa mu yang membuat kau tetap bahagia bisa nelpon rumah. “
      “Indonesia terus kembali mencoba. seperti akupun, tiada lelah menunggu kesempatan cinta. meskipun hanya

 

    Lelah tertera”
    “Jebretisasi : Keadaan dimana kesungguhan hati mencapai statuta juara lewat keindahan hati”
    “Senyum ini teruntukan hati dan berpusat pada cinta yang tidak labil. terstabilisasi oleh kemahiran cinta”
    “bola dikuasai pemain vietnam, tapi saya tidak pernah bisa menguasai isi hatimu”
    “aku kiss kau dengan hati ini. cinta yang terkondisi dengan keabu-abuan pengalaman status kita. oh cinta oh love is cinta”
    “rinduku tersistemisasi dan kutulis di jurnal yang berkurikulum kasih cintamu.”
    “aku cuma ingin berbagi cinta yang fana. yang teraktualisasi oleh perasaan ini yang terbicarakan status quo.”
    “cinta ku adalah absolut hati yang mengenangkan kisah ketika bibir ini kau kategorisasikan? “
    “cinta ku adalah absolut hati yang mengenangkan kisah ketika bibir ini kau kategorisasikan? “
    “cinta ini padamu terejakulatifkan dengan seksama. aku merasa mantap. konfidensi. #Puitif”
    “ketika rindu ini kompulatif terukur. aku menjadi resah sedih ingin memperukurkan. you my heart. i known. “
    “mencintaimu membuat hati ini terobek. aku melenguh melihat aku tertinggalkan. asosiasi hati
    “bagaikan sinar elektromagnetisasi terpampang nyata aduhai. hati ini memiliki vibrasi yang ter engah engah.”
    ” saya tidak pernah mengkudeta isi hatimu. Cinta ini terberlakukan dengan tulusnya konstekstual perasaan”

tapi kalau mau dipakai untuk pasangan anda harap minta ijin dulu kepada mas vicky yang yang punya hak ciptanya ya kawan…

Iklan

2 pemikiran pada “Gombalisasi akibat globalisasi.

  1. Ping balik: Waspada! Pelaku Kejahatan Internet Mulai Menggunakan Applikasi Android - Gaya Gadget

  2. Ping balik: Buang Separuh Jiwamu! Dapatkan Separuh Agamamu | BePlus Blog

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s