Uang “TIKUS” dimakan tikus

ini bukan Joko Susilo atau Fathanah lho..

ini bukan Joko Susilo atau Fathanah lho..

Kalau saya cermati kasus korupsinya mas Joko Susilo dan kang Fathanah kok suka mengingatkan saya sama kasusnya Sheik Shakhbut yang dari Abu Dhabi itu ya, walaupun kejadian dan jamannya memang berbeda. cuma intinya, uang korupsi itu kagak barokah gitu.

Bedanya kalau uang korupsinya Joko susilo sama Fathanah dimakan “macan” (baca MAnusia CANtik ) alias peyempuan, tapi kalau uangnya Sheik Shakhbut penguasa korup dari Abu Dhabi itu sampe dimakan  tikus beneran saking banyaknya. Terlepas dari dalih  bagi-bagi uang itu untuk apa, mungkin sebagai sarana “money laundry” alias cuci uang atau  mungkin buat nyuci “sesuatu” yang lain, yang jelas sih bukan buat upah cuci, karena upah cuci mpok ipah di kampung saya cuma empat ratus rebu sebulan.

Kembali pada maksud awal, tulisan saya kali ini bukan untuk membahas kelakuan Joko Susilo atau Fathanah yang katanya ikhlas dan tanpa pamrih mengharap imbal balik dari wanita-wanitanya, walau buat saya alasan itu rada aneh buat seorang Fathanah yang katanya ngerti agama. toh banyak orang yang tidak mampu dan lebih memerlukan, meskipun ini juga bukan cara yang bener. Jadi Robinhood untuk membela yang lemah dengan cara mencuri tetap saja tidak dibenarkan oleh ajaran agama manapun apalagi yang dicuri uang rakyat juga.

Sheik Shakhbut yang memerintah Abu Dhabi atau kita mengenalnya juga dengan Uni Emirat Arab sekarang, termasuk salah satu dari beberapa pemimpin Arab yang mendapat rejeki nomplok saat mulai diketemukan dan diekplorasinya sumur-sumur minyak di Jazirah Arab, seperti halnya rakyat republik di tempat saya tinggal sekarang, masyarakat Abu Dhabi juga kebingungan setengah mati, wong minyaknya sudah disedot abis-abisan, kok kemakmuran itu belum terasa juga ya??, jadi kemana duitnya????

Berawal dari terjadinya sebuah perebutan kekuasaan, penguasa UAE yang baru membentuk sebuah komisi untuk menelusuri hilangnya dana minyak maha besar saat itu , dari istananya yang megah terbongkarlah misteri menghilangnya kekayaan negara itu.

Rupanya sang sheikh tidak membagi-bagi uang hasil korupsinya itu kepada ratu kecantikan, selebriti atau penyanyi dangdut seperti dua tokoh di negri tercinta ini, tapi menyembunyikannya mulai dari bawah kasur (seperti jaman emak-emak kita dahulu), di lemari, karpet dan tempat-tempat lainnya seputar istana. Sulit dihitung berapa sebenarnya jumlah yang disembunyikan, namun sebagai gamb aran terdapat kira-kira uang kertas yang senilai 2 juta dolar yang telah rusak dimakan tikus.

Jangan bingung lagi ya,…………………sudah ngarti kan maksudnya uang ‘TIKUS’ yang dimakan tikus beneran

Iklan

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s