Berkomunikasi dengan Anak Anda – Bag. 2

Ngobro sama anak...............

Ngobro sama anak……………

Puji syukur, akhirnya saya punya kesempatan untuk melanjutkan tulisan saya sebelumnya mengenai cara yang efektif untuk berkomunikasi dengan anak-anak kita. Sudah selayaknya setiap orang tua menganggap masalah ini  sebagai suatu masalah yang sangat serius dan perlu mendapat perhatian khusus mengingat anak-anak kita bisa jadi salah satu faktor yang kelak ikut menentukan kebahagaian maupun kesengsaraan dalam kehidupan kita di dunia dan di akhirat kelak.

Sudah sangat banyak kita saksikan dalam keseharian kita, orang tua yang terjerumus kedalam kesulitan karena kelakuan anak-anakya, Maha Suci Allah yang telah menfirmankan bahwa “Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya dianantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu,maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka, dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni(mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang (At-Tagabun – 64:14)

Disisi lain, jika kita bersabar dan mendidiknya dengan benar insyaAllah anak juga bisa kelak menyelamatkan kita dan mengangkat kita ke derajat yang terhormat di sisi Allah, karena doa anak yang saleh adalah salah satu dari tiga amalan yang pahalanya akan mengalir terus sampai kita di Akhirat kelak.

Kembali kepada pembahasan kita pada tulisan yang pertama, secara umum kita mengenal lima macam cara yang sering dilakukan para orang tua untuk mendidik / berkomunikasi dengan anak-anaknya yaitu; Dengan ancaman, Hadiah/Bujukan, Logis, Kekuasaan/Power dan meminta balas jasa, dan pada kesempatan ini akan kita bahas dengan lebih mendalam mengenai kekurangan dan kelebihan dari masing masing cara tersebut.

1. Dengan Ancaman

Ancaman Merupakan senjata pokok yang sering dilakukan para orang tua, karena dapat dengan mudah mengendalikan keinginan-keinginan anak. Pada kasus anak anak yang lebih kecil terkadang orang tua dapat memaksakan kemauannya secara phisik; misalnya dengan mengurung anak-anaknya di kamar. Ancaman jenis ini harus dilakukan secara hati-hati supaya tidak jadi salah kaprah :

– Jangan terlasu sering mengancam dengan sesuatu yang tidak akan anda laksanakan, anak-anak akan segera tahu kalau anda cuma melakukan gertak sambal.

– Mulailah dengan ancaman yang ringan sebelum meningkat ke tingkatan yang lebih serius, misalnya dimulai dengan; “Mama sedang mempertimbangkan untuk memotong uang jajan kamu, jika……………………..”

– Bersikaplah proporsional, dengan tidak memberikan ancaman yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kesalahan anak-anak anda, biasanya anak-anak cukup punya kepekaan untuk menangkap hal-hal yang tidak adil.

Berikut contoh berguna yang bisa anda terapkan :

“Kamu boleh milih untuk membersihkan kamarmu dan tetap memperoleh uang jajan, atau tidak dapat uang jajan karena membiarkan kamarmu berantakan”

Salah satu manfaat yang bisa dipetik dari penerapan sanksi atau ancaman adalah mengajarkan kepada anak anak bahwa selalu ada konsekwensi dari setiap tindakannya. Ini satu pelajaran penting yang mesti mereka mengerti dalam kehidupan.

2. Dengan Penghargaan dan Hadiah

Diantara cara-cara yang lain mungkin inilah cara yang paling disukai orang tua, karena orang tua selalu merasa lebih baik memberikan hadiah dari pada hukuman, lagi-lagi perlu dipertimbangkan bahayanya :

Jangan terjebak kebiasaan untuk selalu meng-iming imingi hadiah setiap saat,ada banyak hal yang sudah harus menjadi kewajiban anak-anak, sogokan/hadiah hanya boleh diberikan dalam situasi-situasi tertentu saja.

Usahakan agar nilai hadiah tersebut nilainya proporsional, artinya harus sesuai dengan tingkat tugas dan kewajiban si anak. Jika anda menawarkan hadiah pastikan memberikannya saat anak anda melakukan tugasnya.

menjanjikan suatu keuntungan atau   hadiah yang akan diberikan minggu depan, sepertinya tidak akan terlalu efektif untuk tugas yang sudah diselesaikan hari ini.

Harap diingat bahwa kerugian utama dari kebiasaan memberikan hadiah (menyuap anak-anak) akan menyebabkan anak anda berpikir bahwa untuk mendapatkan barang-barang keinginannya dia harus bertingkah dahulu,  karena itu jauh lebih penting untuk memberikan penghargaaan yang tidak selalu berupa materi.

Cukup adil rasanya untuk memberikan anak anda penghargaan ketika mereka bersikap manis dan menyelesaikan kewajibannya dengan baik setelah mereka melakukan tugasnya.

Akan jadi masalah jika perhatian anda cuma terpaku pada hal-hal buruk anak-anak dan mengabaikan kebaikannya. Ketika anak-anak kita bersikap manis banyak dari kita yang menganggapnya biasa-biasa saja dan tidak memberikan perhatian yang cukup karena rutinitas sehar-hari.

Manfaat lain dari metode ini adalah menekankan pelajaran kepada anak-anak bahwa tindakan apapun mengandung konsekwensi. seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, pelajaran paling penting yang bisa dipelajari anak-anak adalah apa yang dirasakan enak saat ini belum tentu merupakan hal yang paling balik dilakukan.

Mengerjakan sesuatu yang kurang menyenangkan sekarang akan berguna untuk kebaikan di masa datang.

Sekian dulu untuk saat ini, InsyaAllah lanjutannya akan kita bahas dalam tulisan mendatang.

Iklan

Satu pemikiran pada “Berkomunikasi dengan Anak Anda – Bag. 2

  1. maaf banget kawan, berhubung saya newbie masih banyak banget terjadi salah ketik/typo dan paragraph-paragraph yang meliuk-liuk yang mungkin mengganggu kenyaman membaca anda.

    mohon informasi dan bimbingan dari para sesepuh terutama om luay, apakah sebaiknya content di isi langsung di blog atau ketik di word atau notepad kemudian di copy paste???

    Trims atas bimbingannya.

    Suka

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s