Perjalanan kita

dunia sementara

Wahai saudaraku,
Perjalanan ini pasti terjadi.
Mengapa kita ingin tinggal di negeri yang bukan
tempat tinggal kita.
Tahun demi tahun hanyalah terminal
bulan demi bulan hanyalah tahapan
Hari demi hari hanyalah putaran
Tarikan nafas adalah langkah
Maksiat adalah pemutus
Laba berupa sorga dan
Kerugian berupa Neraka

Kita ditakdirkan untuk sampai ke tempat yang kekal
melalui enam tahap perjalanan
Perjalanan pertama; dari tanah menuju tulang sulbi
Perjalanan kedua; dari tulang sulbi menuju rahim
Perjalanan ketiga;dari rahim menuju dunia
Perjalanan ke empat; dari dunia menuju kubur
Perjalanan ke lima;dari kubur menuju mahsyar
Perjalanan ke enam;dari mahsyar menuju negeri abadi…
surga atau neraka
Kita telah melewati separuh perjalanan
Yang tersisa, adalah yang terberat

Wahai yang berteriak di kala menderita
Biarlah tuhan yang mengatur
Sehingga engkap dapat beristirahat
Engkau banyak menangis dan meratap
Tapi melupakan amal buruk yang kau perbuat
Kembalilah kepadaNYA dengan sepenuh hati
Niscaya DIA lepaskan segala gundah dan deritamu

Wahai saudaraku,
Berhati-hatilah terhadap dunia
Bersikaplah kana’ah
ingatlah….kau pasti mati

Sebagian kutipan dari :
Airmata Cinta Pembersih Dosa
Ibn. Al-jawzi
Bab 9, hal 68

Iklan

Terima kasih sudah memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s